Portal DIY

195 Lansia Sleman Diwisuda dari Sekolah Lansia Standar 2 Tahun 2026

Portal Indonesia
×

195 Lansia Sleman Diwisuda dari Sekolah Lansia Standar 2 Tahun 2026

Sebarkan artikel ini

 

SLEMAN – Sebanyak 195 lanjut usia (lansia) di Kabupaten Sleman mengikuti wisuda dalam program Sekolah Lansia Standar 2 pada Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen para lansia dalam mengikuti pembelajaran sekaligus mendorong terwujudnya lansia sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

Peningkatan umur harapan hidup menjadi salah satu capaian pembangunan di Kabupaten Sleman. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), umur harapan hidup penduduk Sleman pada 2024 mencapai 73,64 tahun untuk laki-laki dan 77,25 tahun untuk perempuan. Sementara itu, jumlah penduduk lansia pada 2025 tercatat sebanyak 177.634 jiwa atau sekitar 16,7 persen dari total penduduk.

Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk memastikan bahwa peningkatan umur harapan hidup diiringi dengan peningkatan kualitas hidup lansia. Upaya ini dilakukan agar para lansia dapat menjalani masa tua secara sehat, mandiri, aktif, produktif, bermartabat, dan bahagia.

Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Pemkab Sleman terus mendorong peningkatan kualitas hidup lansia melalui program Bina Keluarga Lansia (BKL). Salah satu bentuk pengembangannya diwujudkan melalui Sekolah Lansia sebagai sarana pembelajaran, pemberdayaan, dan peningkatan kapasitas bagi kelompok lanjut usia.

Pada 2026, Sekolah Lansia Standar 2 diselenggarakan di enam kapanewon dengan total 195 peserta yang diwisuda. Keenam sekolah tersebut meliputi BKL Sehat Ceria di Jongkangan, Tamanmartani, Kalasan sebanyak 47 lansia; BKL Seger Waras di Sembuhan Lor, Sendangmulyo, Minggir sebanyak 25 lansia; BKL Tresno Werdo di Kartodadi, Pakembinangun, Pakem sebanyak 26 lansia; BKL Sekar Melati di Pogung Kidul, Sinduadi, Mlati sebanyak 37 lansia; BKL Melati di Sebayu, Triharjo, Sleman sebanyak 35 lansia; serta BKL Harapan Sejahtera di Jowah, Sidoluhur, Godean sebanyak 25 lansia.

Baca Juga:
Menteri Perdagangan Tinjau Pasar Potrojayan Sleman, Tegaskan Komitmen Keseimbangan Harga dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Sleman, dr Novi Krisnaini dalam sambutan yang dibacakan Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Dinas, Muhammad Daroji, menyampaikan bahwa wisuda tersebut merupakan bentuk penghargaan atas semangat, ketekunan, dan komitmen para lansia dalam mengikuti proses pembelajaran.

Menurutnya, wisuda tidak sekadar menjadi seremoni penyerahan tanda kelulusan, tetapi juga momentum untuk menegaskan bahwa kesempatan belajar, berkembang, dan berkarya tetap terbuka pada setiap tahap kehidupan.

“Hingga 2026 telah terbentuk 19 Sekolah Lansia yang tersebar di 14 kapanewon di Kabupaten Sleman. Sebanyak 12 sekolah didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), empat sekolah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kemendukbangga/BKKBN, sedangkan tiga sekolah lainnya terbentuk melalui kemitraan dengan Aisyiyah Cabang Sleman, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM), dan Yayasan Wredha Mulia,” paparnya, Rabu (21/10/2026).

“Ke depan, Pemkab Sleman berharap Sekolah Lansia dapat dikembangkan di setiap kalurahan agar semakin banyak lansia memperoleh akses pembelajaran dan pemberdayaan secara berkelanjutan,” sambung Daroji.

Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, antara lain Kemendukbangga/BKKBN, Yayasan Indonesia Ramah Lansia, pemerintah kapanewon dan kalurahan, penyuluh keluarga berencana (PKB) dan petugas lapangan keluarga berencana (PLKB), pengelola dan kader BKL, tenaga pendidik, pendamping, serta keluarga lansia. Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.

Melalui pengembangan Sekolah Lansia, Pemkab Sleman terus mendorong terwujudnya kabupaten yang ramah lansia. Para lansia diharapkan tetap memiliki kesempatan untuk hidup sehat, mandiri, aktif, dihargai, dan berpartisipasi dalam pembangunan.

Dengan demikian, peningkatan umur harapan hidup tidak hanya mencerminkan bertambahnya usia, tetapi juga kualitas kehidupan yang semakin baik. (Brd)

Baca Juga:
Realitalima' Dukung Posko Mudik Banser di Ngaglik Sleman