TULUNGAGUNG — Anggota Komisi IX DPR RI, Heru Tjahjono menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran sektor pendidikan.
Hal itu ia sampaikan saat melakukan sosialisasi program MBG di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (4/3/2026).
Menurut Heru, sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat dan tujuan jangka panjang program MBG, sehingga masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru.
“Anggaran MBG tidak memotong anggaran pendidikan. Kita bisa melihat bahwa anggaran pendidikan tetap meningkat dari tahun ke tahun,” kata Heru dalam kegiatan tersebut.
Ia menambahkan, program MBG justru dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
“Program ini hadir untuk memperkuat kualitas generasi bangsa, bukan mengurangi hak sektor lain,” ujarnya.
Meski demikian, Heru mengakui bahwa pelaksanaan program MBG di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah munculnya narasi negatif yang disebarkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab agar masyarakat dan yayasan pendidikan menolak program tersebut.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program MBG demi masa depan anak-anak Indonesia.
Heru juga meluruskan anggapan bahwa program MBG akan mematikan usaha kantin sekolah maupun pelaku UMKM di sekitar lingkungan pendidikan.
Menurutnya, program ini justru dapat menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk menghadirkan produk makanan yang lebih sehat dan bergizi bagi siswa.
“Program ini diharapkan mendorong terciptanya ekosistem pangan sekolah yang lebih sehat dan berkualitas,” kata Heru. (wan)











