Portal Jateng

Batik Dewa Lowano, Berawal dari Hobi Seni hingga Raih Prestasi

Portal Indonesia
×

Batik Dewa Lowano, Berawal dari Hobi Seni hingga Raih Prestasi

Sebarkan artikel ini

 

PURWOREJO – Berawal dari kecintaan pada seni, Dyah Wahyu Ristyani berhasil mengembangkan usaha batik yang kini dikenal dengan nama Batik Dewa Loano di Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.

Dyah yang merupakan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Kebumen, Korem 072/Pamungkas, Kodam IV/Diponegoro, sekaligus istri Serma Munharis Suryo Hindriyo, sehari-hari berprofesi sebagai guru di SMP Negeri 9 Purworejo.

Saat ditemui di kediamannya yang juga menjadi lokasi produksi Batik Dewa Loano, Dyah mengaku awalnya tidak pernah membayangkan menjadi pengrajin batik. Kariernya justru dimulai sebagai guru honorer sejak 2003.

“Karena kekurangan jam mengajar, saya sempat mengampu mata pelajaran seni budaya. Dari situlah ketertarikan di bidang seni semakin berkembang,” ujarnya.

Ketertarikan tersebut semakin kuat ketika suaminya bertugas di wilayah Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, yang dikenal sebagai sentra batik. Dari sana, Dyah mulai belajar dan mencoba menjual batik kepada rekan-rekannya.

Seiring meningkatnya minat pasar, Dyah mulai mengembangkan motif batik berbasis kearifan lokal. Inspirasi muncul dari berkembangnya motif khas daerah seperti di Kulon Progo dengan motif Gebleg Renteng.

Ia kemudian mengajak siswa untuk berkreasi membuat desain motif batik berbasis ikon lokal yang selanjutnya dikembangkan menjadi batik cap. Produksi pun dimulai secara mandiri di rumah dengan mendatangkan tenaga ahli dari Pekalongan.

“Awalnya banyak trial and error karena belajar secara autodidak. Tapi lama-kelamaan mulai menemukan feel dalam membatik,” katanya.

Pada 2014, Dyah resmi menjadi CPNS dan bertugas di SMP Negeri 9 Purworejo. Usahanya pun terus berkembang hingga pada 2016 ia mengikuti sertifikasi pembatik tulis dari BNSP dan dinyatakan lulus.

Kepercayaan diri yang meningkat mendorongnya membentuk badan usaha CV Dewa Collections dengan brand Batik Dewa Loano. Usaha tersebut kini melayani berbagai kebutuhan, mulai dari pengadaan batik instansi hingga pelatihan membatik.

Baca Juga:
Kematian Janggal di SPPG Bayan : Tersengat Listrik, Misteri Tanggung Jawab Mengemuka

Tak hanya itu, berbagai prestasi juga diraih, di antaranya mengikuti pameran UMKM dan lomba fashion batik, serta terpilih mewakili Kodam IV/Diponegoro dalam ajang Persit Bisa tahun 2025 dan kembali dipercaya mengikuti ajang serupa pada 2026.

Dyah mengatakan dukungan dari berbagai pihak, termasuk organisasi Persit, menjadi motivasi untuk terus berkarya.

Ia juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin belajar membatik secara langsung di rumah produksinya di Loano, Purworejo. (Fzi)