Portal Jatim

Pemkab Sidoarjo Perkuat Kolaborasi RMNC untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Redaksi
×

Pemkab Sidoarjo Perkuat Kolaborasi RMNC untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO  — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan bayi melalui kolaborasi lintas sektor. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kesadaran Penerapan Respectful Maternity and Newborn Care (RMNC) yang dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama dalam menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Kegiatan yang digelar di Hotel Aston Sidoarjo tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Dinas Kesehatan, organisasi profesi kesehatan, hingga mitra pembangunan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dr. Fenny Apridawati, yang mewakili Bupati Sidoarjo H. Subandi, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi faktor krusial dalam upaya menurunkan AKI dan AKB yang hingga kini masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan sektor kesehatan.

“Tanpa kolaborasi yang kuat, upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi akan sulit dicapai,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa indikator AKI dan AKB memiliki kontribusi signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Meski terdapat wacana perubahan indikator pembangunan kesehatan ke arah stunting, keselamatan ibu dan bayi tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Fenny menyoroti pentingnya penguatan sistem pelaporan Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) berbasis digital, yang dinilai mampu mempercepat respons dan pengambilan keputusan dalam penanganan kasus.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakshmie Herawati Yuwantina, M.Kes., menegaskan bahwa kesehatan ibu dan anak merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia.

Meski secara nasional tren angka kematian menunjukkan penurunan, kondisi di Kabupaten Sidoarjo masih memerlukan perhatian serius.

Ia mengungkapkan bahwa angka kematian bayi di Sidoarjo masih tergolong tinggi, meskipun berada di bawah rata-rata nasional. Di sisi lain, prevalensi stunting justru mengalami peningkatan dari 8,4 persen menjadi 10,6 persen pada tahun sebelumnya.

Baca Juga:
MBG Kembali "Berbau Masalah"! Menu dari Dapur Ngujung Diduga Basi Saat Tiba di Sekolah

“Ini menjadi tantangan bersama yang harus dijawab melalui langkah konkret dan kolaboratif,” jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah mengimplementasikan sejumlah program strategis, di antaranya:

  • Program 1 Puskesmas 1 Obgyn (1P1O)
  • Pendampingan layanan kesehatan ibu dan anak
  • Optimalisasi penggunaan buku KIA dalam pelayanan antenatal care (ANC) dan keluarga berencana (KB)
  • Penguatan program “Sido Simpati” (Spesialis dan Profesi Sidoarjo Siap Mendampingi Ibu Anak Terlindungi)
  • Penyediaan rumah singgah bagi ibu hamil berisiko tinggi oleh rumah sakit

Melalui sinergi lintas sektor dan penguatan layanan kesehatan berbasis kualitas serta penghormatan terhadap hak ibu dan bayi, Pemkab Sidoarjo menargetkan penurunan signifikan angka kematian hingga mendekati nol, sejalan dengan agenda pembangunan kesehatan berkelanjutan.