PORTAL INDONESIA — Banyak orang mengira penyakit hati hanya disebabkan alkohol, makanan berlemak, atau infeksi virus. Namun temuan terbaru justru mengungkap fakta yang mengejutkan: golongan darah ternyata bisa memengaruhi risiko terkena penyakit hati serius.
Dalam penelitian yang dipublikasikan jurnal Frontiers pada November 2025, ilmuwan menemukan bahwa pemilik golongan darah A memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit hati autoimun dibanding golongan darah lain.
Temuan ini langsung menarik perhatian karena menyangkut hal yang dimiliki setiap orang sejak lahir: golongan darah.
Lalu, apakah benar pemilik golongan darah A harus waspada? Berikut penjelasan lengkapnya.
Studi Terbaru Ungkap Hubungan Golongan Darah dan Penyakit Hati
Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 1.200 partisipan, termasuk pasien yang mengalami gangguan hati autoimun.
Hasilnya cukup mengejutkan. Dari seluruh pasien yang diteliti, golongan darah A paling banyak ditemukan pada penderita penyakit hati autoimun.
Urutannya:
- Golongan darah A
- Golongan darah O
- Golongan darah B
- Golongan darah AB
Artinya, pemilik golongan darah A memiliki kecenderungan lebih besar terkena penyakit hati tertentu dibanding golongan darah lain.
Penyakit Hati Autoimun Itu Apa?
Penyakit hati autoimun terjadi saat sistem kekebalan tubuh salah sasaran dan justru menyerang organ hati sendiri.
Padahal seharusnya sistem imun melindungi tubuh dari virus dan bakteri.
Jika serangan berlangsung terus-menerus, hati bisa mengalami:
- Peradangan kronis
- Luka jaringan hati
- Fibrosis
- Sirosis
- Gagal hati
Yang berbahaya, gejalanya sering muncul perlahan dan kerap diabaikan.
Gejala Awal yang Sering Tidak Disadari
Banyak penderita tidak sadar sedang mengalami masalah hati karena gejalanya mirip kelelahan biasa.
Waspadai tanda berikut:
- Mudah lelah tanpa sebab jelas
- Nyeri sendi
- Mual ringan
- Nafsu makan turun
- Berat badan menurun
- Badan lemas
- Sulit fokus
Jika semakin parah, bisa muncul:
- Kulit menguning
- Mata kuning
- Perut membesar
- Gatal-gatal
- Urine gelap
Mengapa Golongan Darah Bisa Berpengaruh?
Golongan darah ditentukan oleh antigen tertentu di permukaan sel darah merah.
Para peneliti menduga antigen ini berhubungan dengan cara tubuh merespons:
- Peradangan
- Infeksi
- Sistem imun
- Penyakit autoimun
Karena itu, seseorang dengan golongan darah tertentu bisa memiliki respons tubuh berbeda terhadap penyakit.
Meski begitu, penelitian soal hal ini masih terus berkembang.
Apakah Golongan Darah A Pasti Kena Penyakit Hati?
Tidak.
Ini poin penting yang perlu dipahami.
Memiliki golongan darah A bukan berarti pasti sakit hati. Penelitian hanya menunjukkan adanya peningkatan risiko secara statistik.
Artinya, masih banyak faktor lain yang jauh lebih berpengaruh, seperti:
- Pola makan buruk
- Obesitas
- Alkohol
- Kurang olahraga
- Merokok
- Diabetes
- Riwayat keluarga
Jadi tidak perlu panik.
Jika Golongan Darah A, Ini yang Sebaiknya Dilakukan
Bila Anda memiliki golongan darah A, gunakan informasi ini sebagai pengingat untuk lebih menjaga kesehatan.
1. Kurangi Makanan Tinggi Lemak
Batasi gorengan, makanan cepat saji, dan lemak jenuh berlebihan.
2. Perbanyak Sayur dan Buah
Makanan kaya antioksidan membantu melindungi sel hati.
3. Hindari Alkohol
Alkohol adalah salah satu musuh terbesar organ hati.
4. Rutin Bergerak
Olahraga minimal 30 menit per hari membantu menurunkan lemak hati.
5. Cek Kesehatan Berkala
Tes fungsi hati penting dilakukan jika sering lelah atau punya riwayat keluarga.
Golongan Darah B Disebut Lebih Rendah Risikonya
Dalam penelitian yang sama, golongan darah B disebut memiliki risiko lebih rendah terhadap salah satu penyakit hati serius bernama Primary Biliary Cholangitis (PBC).
PBC adalah kondisi saat saluran empedu di hati rusak karena serangan sistem imun.
Jika dibiarkan, bisa berujung sirosis hingga gagal hati.
Namun sekali lagi, ini bukan berarti golongan darah B kebal penyakit hati.
Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Merusak Hati
Banyak orang fokus pada golongan darah, padahal kebiasaan ini justru lebih berbahaya:
- Sering begadang
- Minum minuman manis berlebihan
- Jarang olahraga
- Konsumsi obat sembarangan
- Merokok
- Berat badan berlebih
- Makan berlebihan tiap malam
Jika kebiasaan ini terus dilakukan, risiko penyakit hati bisa meningkat pada siapa saja.
Fakta Penting: Penyakit Hati Bisa Menyerang Orang Kurus
Masih banyak yang mengira hanya orang gemuk yang berisiko.
Padahal kini semakin banyak kasus fatty liver pada orang dengan berat badan normal akibat:
- Pola makan tinggi gula
- Kurang gerak
- Kurang tidur
- Stres tinggi
Jadi ukuran tubuh bukan jaminan hati sehat.
Cara Menjaga Hati Tetap Sehat Mulai Hari Ini
Tidak perlu menunggu sakit. Lakukan langkah sederhana ini:
- Minum air cukup
- Tidur teratur
- Jalan kaki setiap hari
- Batasi gula dan gorengan
- Perbanyak serat
- Stop merokok
- Hindari alkohol
- Cek kesehatan rutin
Langkah kecil yang konsisten jauh lebih efektif daripada perubahan ekstrem sesaat.
Kesimpulan
Temuan terbaru soal golongan darah A lebih berisiko penyakit hati menjadi pengingat bahwa kesehatan dipengaruhi banyak faktor, termasuk hal yang sering dianggap sepele.
Namun jangan langsung takut jika Anda bergolongan darah A. Risiko bukan kepastian.
Yang paling menentukan tetap gaya hidup sehari-hari.
Mulai sekarang, jaga pola makan, aktif bergerak, cukup tidur, dan rutin memeriksa kesehatan. Hati yang sehat bukan ditentukan golongan darah, tetapi kebiasaan Anda setiap hari.
FAQ
Apakah golongan darah A pasti terkena penyakit hati?
Tidak. Penelitian hanya menunjukkan risiko lebih tinggi, bukan kepastian.
Apa gejala hati bermasalah?
Lelah terus-menerus, mual, kulit kuning, perut membesar, dan urine gelap.
Cara paling mudah menjaga hati?
Kurangi makanan berlemak, olahraga rutin, tidur cukup, dan hindari alkohol.
Apakah orang kurus bisa kena fatty liver?
Bisa. Pola makan buruk dan kurang gerak tetap berisiko.











