SLEMAN – Banyak pihak menilai pengelolaan aset dan keuangan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) cukup baik sehingga organisasinya maju dan berkembang. Tak mengherankan, jika PMI Sleman menjadi sering didatangi banyak pihak untuk menimba ilmu tentang hal tersebut.
Seperti pada Rabu (30/9/2026), rombongan dari PMI Kabupaten Bantul DIY dan rombongan dari PMI Kabupaten Madiun Provinsi Jawa Timur juga datang ke markas PMI Sleman. Kedua rombongan datang dalam waktu berbeda dengan tujuan yang sama. Yaitu ingin menimba ilmu sistem pengelolaan aset dan keuangan serta tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM), hingga PMI Sleman bisa maju dan berkembang.
Pertama kali datang, adalah rombongan pengurus dan karyawan PMI Bantul sebanyak 35 orang dipimpin oleh ketua PMI Bantul Agus Budiraharja, S.K.M. M.Kes. Rombongan diterima oleh Ketua PMI Sleman dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes didampingi sejumlah pengurus lainya di Aula PMI Sleman.
Menurut Agus Budiraharja, tujuan kedatanganya ke PMI Sleman ini untuk menimba ilmu tentang sistem pengelolaan aset dan keuangan serta tata kelola organisasi, hingga PMI Sleman bisa maju dan berkembang.
Selain itu, rombongan dari PMI Bantul ini juga menanyakan tentang sumber dana yang dikelola PMI Sleman.
Menanggapi hal itu, ketua PMI Sleman Mafilindati Nuraini mengatakan bahwa pengelolaan aset dan keuangan serta pengorganisasian Sumber Daya Manusia (SDM) di PMI Sleman dilakukan dengan tata kelola dan Laporan Keuangan Terintegrasi Satu Pintu Berbasis ISAK 335.
Implementasinya, pengelolaan keuangan di PMI Sleman dilakukan dengan sistem satu pintu. Terdapat beberapa rekening bank sesuai dengan peruntukan unit masing-masing dan seluruh transaksi keuangan dilaksanakan melalui mekanisme perbankan.
Semua uang masuk maupun keluar dari masing masing unit (markas, UPD dan klinik) dikelola oleh bagian keuangan dengan sistem satu kasir, satu verifikator dan pencatatan yang akurat.
Mengenai sumber keuangan yang didapat, berasal dari berbagai sektor. Diantaranya dari pelaksanaan program bulan dana, serta bantuan dari berbagai pihak yang tidak mengikat.
“Selama ini PMI Sleman tdk mendapatkan bantuan uang operasional dari pemerintah, tetapi mendapatkan bantuan alat serta uang pengelolaan program Ladamanis (Layanan darah untuk warga Sleman secara gratis) dari Pemkab Sleman,” kata Mafilindati.
Pertemuan pengurus PMI Sleman dan Pengurus PMI Bantul baru saja selesai , disusul datangnya rombongan pengurus PMI Madiun. Rombongan dipimpin oleh wakil ketua PMI Madiun Ir Sujiono dan juga diterima oleh sejumlah pengurus PMI Sleman di ruang pengurus. Sedang tujuanya, sama dengan studi banding yang dilakukan oleh rombongan PMI Bantul. (Brd)











