YOGYAKARTA – Jumlah penumpang kereta api jarak jauh dan lokal di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mengalami kenaikan signifikan pada periode Januari hingga September 2026. Angka penumpang tumbuh 11 persen mencapai 11,99 juta orang, naik dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 10,81 juta orang.
Vice President of Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan lonjakan mobilitas penumpang di Daop 6 Yogyakarta berada di atas pertumbuhan nasional yang berada di kisaran 7–8 persen. Hal ini menegaskan posisi Yogyakarta sebagai destinasi utama pengguna moda transportasi rel.
”Yogyakarta menjadi destinasi favorit ataupun nomor satu untuk kereta jarak jauh. Kita sudah melihat ada 11 juta penumpang lebih yang datang ke Yogyakarta untuk naik kereta api,” ujar Anne kepada pers di Yogyakarta, Jumat (9/10/2026).
Puncak pergerakan penumpang di Daop 6 terjadi pada Juli 2026 dengan volume mencapai 1,49 juta pelanggan. Tren positif ini juga dibersamai oleh peningkatan jumlah penumpang warga negara asing (WNA) sebesar 6,59 persen, dari 127.660 orang pada 2025 menjadi 136.069 orang pada periode yang sama tahun ini.
Peningkatan volume pengguna juga mencakup moda angkutan aglomerasi dan komuter yang beroperasi di wilayah Daop 6. Commuter Line Yogyakarta–Palur: Melayani 7,16 juta pelanggan (tumbuh 7,68 persen). KA Prameks (Yogyakarta–Kutoarjo): Melayani 870 ribu pelanggan (tumbuh 5,03 persen). KA Bandara YIA: Melayani 2,01 juta pelanggan.
Guna merespons tingginya lonjakan pergerakan penumpang tersebut, KAI melakukan pembenahan dan penataan berkelanjutan di dua simpul utama, yakni Stasiun Yogyakarta (Tugu) dan Stasiun Lempuyangan. Langkah penataan difokuskan pada penguatan aksesibilitas, integrasi layanan antarmoda, serta pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang terhubung langsung dengan pusat bisnis, pariwisata, dan ekonomi warga (bams)











