Portal DIY

Menggali Akar Peradaban Lewat Gelapnya Distorsi: Band Cakrawartin Siap Hentak Pantai Glagah

Portal Indonesia
×

Menggali Akar Peradaban Lewat Gelapnya Distorsi: Band Cakrawartin Siap Hentak Pantai Glagah

Sebarkan artikel ini

 

KULON PROGO — Panggung musik Nusantara bersiap menyambut sebuah gebrakan kultural yang tidak biasa. Band Cakrawartin dipastikan akan mengguncang Pantai Glagah, Kulon Progo, pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Mulai pukul 16.00 hingga 23.00 WIB, gelaran ini bukan sekadar pertunjukan musik metal biasa, melainkan sebuah manifestasi perenungan budaya yang dibungkus dalam kemegahan dan kegelapan musik Black Metal.

Cakrawartin hadir membawa semangat keberanian untuk menggali kembali akar peradaban, membaca denyut kehidupan, serta menghadirkan nilai-nilai kebudayaan Nusantara ke dalam ruang ekspresi yang dinamis, progresif, dan visioner.

“Sebab spiritualitas tidak berhenti pada ritual, tradisi tidak berhenti pada seremoni, dan kebudayaan tidak boleh berhenti sebagai kenangan. Ia harus tetap hidup, bergetar, bersuara, dan menemukan bentuk-bentuk baru dalam perjalanan zaman.”

Pernyataan tersebut menjadi filosofi dasar pergerakan Cakrawartin. Band ini memposisikan diri sebagai penjaga akar peradaban yang menghidupkan spirit zaman, sekaligus motor penggerak masa depan kebudayaan Nusantara.

Mengusung tagline “Suara Zaman • Getar Peradaban • Mantra Kehidupan”, Cakrawartin meleburkan unsur spiritualitas, kebudayaan, dan ekspresi modern ke dalam lengkingan vokal serta gelegar distorsi yang pekat.

Bagi Cakrawartin, lirik dan irama yang mereka bawakan memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar estetika audio:

Bukan sekadar bunyi, melainkan resonansi jiwa.

Bukan sekadar distorsi, melainkan energi perlawanan kultural.
​Bukan sekadar pertunjukan, melainkan sebuah ritual zaman.

Di tangan mereka, suara bertransformasi menjadi daya, getar menjelma menjadi gerak, dan mantra menemukan wujud ekspresinya yang paling otentik.

Kebudayaan Kepulauan Asia Tenggara dipandang bukan sekadar fosil warisan masa lalu, melainkan daya hidup (life force) yang terus bergerak, bertumbuh, dan menjawab tantangan zaman.

Formasi Personel Cakrawartin:
​SUNAWANSANTAKA — Vokal
​DIDITDHARMAJA — Lead Guitar
​THOLEWANTASANTAKA — (Ditemukan)
​GENDEOCASRAYA — Bass
​HERMANESNAYANA — Drum
​HANDIWIRATIRTA — Mantra

Baca Juga:
Sultan HB X Berduka, Prajurit TNI asal Kulonprogo Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon

Bagi para pecinta musik ekstrem, pemerhati seni, dan penikmat budaya yang merindukan kebangkitan peradaban Nusantara dalam balutan estetika progresif, kehadiran Cakrawartin di Pantai Glagah akhir pekan ini adalah momen yang tidak boleh dilewatkan. (Ek/trs)