KOTA MALANG – Kondisi penerangan di kawasan wisata Kayutangan Heritage, Kota Malang, menjadi sorotan. Ratusan lampu hias yang terpasang di sepanjang koridor tersebut dilaporkan tidak menyala, sehingga dinilai mengurangi keindahan kawasan, terutama pada malam hari.
Padahal, Kayutangan Heritage merupakan salah satu destinasi unggulan Kota Malang yang ramai dikunjungi wisatawan untuk berjalan-jalan, menikmati suasana kota, hingga berburu foto. Lampu hias menjadi bagian penting yang mendukung estetika kawasan bersejarah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (14/10/2026), setidaknya terdapat sekitar 40 tiang ornamen dengan lampu yang tidak berfungsi. Setiap tiang memiliki tiga titik lampu. Dengan demikian, diperkirakan terdapat sekitar 120 titik lampu yang tidak menyala.
Kondisi tersebut memunculkan keluhan dari pengunjung yang berharap fasilitas penunjang wisata mendapat perhatian dan perawatan secara berkala.
Seorang wisatawan asal Kota Malang yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa karena lampu hias di kawasan tersebut hampir tidak pernah terlihat menyala saat dirinya berkunjung bersama keluarga.
“Sayang banget ya, karena memang di sini yang ramai itu kan malam hari. Otomatis daya tariknya dari hiasan lampu. Banyak yang foto-foto juga, kalau ada lampu kan estetik,” ujarnya.
Menurutnya, hanya sedikit lampu hias yang masih menyala. Namun, lokasi tersebut dinilai belum ideal untuk berfoto karena terganggu kendaraan yang parkir dan keberadaan pedagang kaki lima (PKL).
“Ada yang nyala, itu di depan Gereja Kayutangan. Tapi tidak bagus kalau dibuat foto di malam hari karena terhalang deretan sepeda motor yang parkir dan PKL. Andaikan tidak ada dua hal tersebut, pasti tempat tersebut menjadi lokasi foto favorit karena sangat bagus,” harapnya.
Ia menilai, keberadaan tiang ornamen sebenarnya sudah mendukung keindahan kawasan. Namun, manfaatnya akan lebih maksimal apabila lampu yang terpasang dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
“Sebenarnya tiang ornamen sudah ada, namun jika lampunya nyala, kalau malam kan bisa lebih bagus,” jelasnya.
Pemeliharaan Fasilitas Wisata Jadi Sorotan
Matinya sejumlah lampu hias tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pemeliharaan fasilitas penunjang pariwisata di Kayutangan Heritage. Sebab, penataan kawasan wisata tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik dan pemasangan ornamen, tetapi juga harus disertai perawatan berkelanjutan.
Penerangan turut memengaruhi kenyamanan pengunjung saat menikmati kawasan pada malam hari. Selain memperkuat nilai estetika, lampu yang berfungsi dengan baik juga menjadi bagian dari fasilitas ruang publik yang perlu dijaga kondisinya.
Hingga berita ini ditulis, penyebab tidak berfungsinya lampu-lampu tersebut belum diketahui secara pasti. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk memastikan apakah kerusakan disebabkan perangkat lampu, instalasi listrik, atau persoalan pemeliharaan.
Pemerintah Kota Malang melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diharapkan segera melakukan pengecekan terhadap seluruh lampu hias di sepanjang koridor Kayutangan Heritage. Pendataan diperlukan untuk memastikan jumlah lampu yang mati sekaligus menentukan langkah perbaikan.
Selain itu, kejelasan mengenai rencana dan waktu perbaikan juga penting agar kerusakan fasilitas tidak berlarut-larut tanpa penanganan yang terukur.
Sebagai destinasi wisata yang mengandalkan suasana kawasan bersejarah, Kayutangan Heritage membutuhkan perhatian tidak hanya pada aspek penataan, tetapi juga pemeliharaan fasilitas pendukungnya.
Jika dibiarkan, lampu hias yang tidak berfungsi berpotensi mengurangi pengalaman wisatawan saat berkunjung pada malam hari. Karena itu, perbaikan dan perawatan fasilitas menjadi bagian penting dalam menjaga daya tarik Kayutangan Heritage sebagai salah satu ikon wisata Kota Malang.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan dari pihak terkait mengenai penyebab kerusakan maupun jadwal perbaikan lampu hias tersebut.











