PROBOLINGGO — Keluhan keluarga korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo terkait pelayanan medis di Puskesmas Sukapura mendapat perhatian Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Probolinggo.
Persoalan tersebut mencuat saat jajaran PKB mengunjungi rumah duka korban pada Minggu (18/10/2026). Tragedi kebakaran di kawasan Bromo itu diketahui telah merenggut empat nyawa.
Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo, Ra Fahmi, mengutus Ketua Fraksi PKB, Mukhlis, untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban di Kecamatan Sukapura dan Kecamatan Lumbang.
Selain menyampaikan simpati, kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk mendengarkan aspirasi serta keluhan keluarga korban di tengah suasana duka.
Salah satu keluhan disampaikan keluarga almarhum Hendra. Mereka mengungkapkan kekecewaan terhadap penanganan medis di Puskesmas Sukapura yang dinilai lambat ketika korban membutuhkan pertolongan darurat.
Keluhan itu menjadi perhatian serius Fraksi PKB. Ketua Fraksi PKB, Mukhlis, menilai persoalan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan kesehatan, terutama dalam menangani pasien dengan kondisi kegawatdaruratan.
Mukhlis mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo segera mengevaluasi kesiapsiagaan Puskesmas Sukapura. Menurutnya, kecepatan respons dan kesiapan tenaga medis menjadi faktor penting dalam memberikan pertolongan kepada pasien yang berada dalam kondisi kritis.
“Evaluasi harus mencakup mekanisme penanganan hingga prosedur pelayanan cepat. Setiap fasilitas kesehatan wajib meningkatkan kualitas layanan dan bergerak tanggap sesuai kebutuhan pasien,” tegas Mukhlis, Senin (19/10/2026).
Meski demikian, keluhan keluarga almarhum Hendra masih memerlukan klarifikasi dari pihak Puskesmas Sukapura maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. Klarifikasi tersebut diperlukan agar persoalan dapat diketahui secara utuh dan penanganannya berjalan secara objektif.
Mukhlis berharap evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan transparan sehingga menghasilkan perbaikan nyata dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Tragedi karhutla Bromo tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan bencana tidak hanya bergantung pada upaya di lokasi kejadian. Kesiapan fasilitas kesehatan dalam memberikan pertolongan darurat juga menjadi bagian penting dalam upaya menyelamatkan nyawa.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr. Hariawan Dwi Tamtomo, M.M.Kes., saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, menyatakan akan memanggil Kepala Puskesmas Sukapura beserta jajaran terkait untuk meminta penjelasan mengenai persoalan tersebut.
“Kita akan panggil untuk dimintai keterangan dan jika ada hal-hal yang perlu dilakukan pembinaan maka kita akan lakukan,” ujarnya.











