Berita

Belajar di Sulsel, Muh Fajrin Dorong Peningkatan Kompetensi Wasit Taekwondo Sulbar

Redaksi
×

Belajar di Sulsel, Muh Fajrin Dorong Peningkatan Kompetensi Wasit Taekwondo Sulbar

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Upaya meningkatkan kualitas perwasitan taekwondo terus dilakukan melalui penyegaran dan pendidikan serta pelatihan (diklat) wasit. Perwakilan Sulawesi Barat, Muh Fajrin, memanfaatkan kegiatan yang digelar di Sulawesi Selatan untuk memperdalam pemahaman terhadap perkembangan peraturan pertandingan sekaligus mendorong peningkatan kompetensi wasit di daerahnya.

Kegiatan yang diselenggarakan Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Sulawesi Selatan tersebut berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebanyak 93 peserta dari empat provinsi mengikuti agenda penyegaran wasit nasional, penyegaran wasit daerah, serta diklat wasit daerah. Mereka berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua Barat.

Untuk mendukung peningkatan kapasitas peserta, Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menghadirkan dua pemateri, yakni Master Shabrina Wijaya dan Master Laras Fitriana Novianty Sumarna.

Dalam sambutannya, Faisal Tangkaba menyebut kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para wasit untuk memperbarui pengetahuan dan meningkatkan profesionalisme dalam memimpin pertandingan.

“Sebanyak 93 peserta mengikuti penyegaran wasit nasional dan diklat wasit daerah. Pesertanya bukan hanya dari Sulawesi Selatan, tetapi juga dari Sulawesi Barat, Papua Barat, dan NTT,” kata Faisal.

Ia berharap kegiatan itu dapat menghasilkan wasit yang kompeten serta mampu menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan pertandingan yang berlaku.

“Semoga bisa melahirkan wasit yang kompeten dan profesional saat menjalankan tugasnya,” tambahnya.

Sementara itu, Master Shabrina Wijaya yang hadir mewakili Ketua PBTI mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai penyegaran dan diklat wasit menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas perwasitan taekwondo.

Shabrina sekaligus membuka secara resmi kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut.

“Mewakili Ketua PBTI, saya sangat mengapresiasi kegiatan penyegaran wasit nasional dan diklat wasit daerah ini,” ujar Shabrina.

Baca Juga:
Sertipikat Tanah Wakaf Jaga Amanah Umat, Program Percepatan ATR/BPN Dirasakan Warga Sulsel

“Penyegaran wasit nasional dan diklat wasit daerah dari tanggal 8 sampai tanggal 11 Oktober saya nyatakan dibuka secara resmi. Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar,” pungkasnya.

Bagi Muh Fajrin, keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut bukan sekadar mengikuti agenda organisasi. Ia ingin memperluas wawasan dan memahami lebih jauh perubahan regulasi yang menjadi acuan dalam pertandingan taekwondo.

“Alhamdulillah, bisa ikut penyegaran wasit di Sulsel. Ini bukan tentang bisa ikut, tetapi tentang belajar ilmu,” kata Muh Fajrin.

Menurutnya, penyegaran wasit diperlukan untuk mengikuti perkembangan peraturan yang dikeluarkan World Taekwondo (WT). Pemahaman terhadap regulasi terbaru menjadi penting, terutama bagi pelatih dan wasit yang terlibat langsung dalam pembinaan maupun penyelenggaraan pertandingan.

“Memang wajib ikut, sebab banyak perubahan peraturan dari WT. Karena itu, kita wajib mengetahuinya, terutama sebagai pelatih, terlebih lagi sebagai wasit,” ujarnya.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di Sulawesi Barat. Dengan demikian, pemahaman terhadap aturan pertandingan di daerah dapat terus diperbarui dan disesuaikan dengan perkembangan regulasi internasional.

“Semoga dalam kesempatan ini bisa menambah wawasan lagi sehingga bisa diaplikasikan di daerah sendiri,” tambahnya.

Selain meningkatkan kapasitas pribadi, Muh Fajrin juga menyampaikan harapan agar Sulawesi Barat dapat menyelenggarakan penyegaran dan diklat wasit secara mandiri.

Menurutnya, kegiatan serupa di tingkat provinsi akan membuka akses lebih luas bagi para pelatih dan wasit untuk memperbarui pengetahuan tanpa harus selalu mengikuti pelatihan di luar daerah.

“Semoga Sulbar juga bisa mengadakan diklat seperti daerah lain,” jelasnya.

Harapan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan taekwondo di Sulawesi Barat. Pembinaan olahraga tidak hanya bergantung pada kemampuan atlet, tetapi juga membutuhkan dukungan pelatih dan wasit yang memahami peraturan serta perkembangan teknis pertandingan.

Baca Juga:
Mudik Sambil Urus Tanah, Tiga Kantor Pertanahan di Sulsel Tetap Buka Saat Lebaran

Melalui pelatihan berkelanjutan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Muh Fajrin berharap kualitas perwasitan taekwondo di Sulawesi Barat semakin berkembang. Langkah tersebut diharapkan turut mendukung penyelenggaraan kejuaraan yang profesional, objektif, dan menjunjung tinggi sportivitas.