Portal DIY

Dukung Memori Kolektif Bangsa, Museum Affandi Ungkap Catatan Harian Sang Maestro

Portal Indonesia
×

Dukung Memori Kolektif Bangsa, Museum Affandi Ungkap Catatan Harian Sang Maestro

Sebarkan artikel ini

 

SLEMAN — Museum Affandi menyimpan catatan harian serta sketsa peninggalan maestro lukis Affandi. Hal ini terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) Memori Kolektif Bangsa (MKB) Tokoh Maestro Lukis Affandi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman di Sajian Kembang Turi, Rabu (21/10/2026) kemarin.

FGD ini menghimpun informasi mengenai perjalanan hidup, karya, dan arsip Affandi guna mendukung pengusulan MKB.

Kepala Museum Affandi, Novida Abbas, menyatakan bahwa sang maestro tidak hanya meninggalkan karya lukisan, tetapi juga catatan harian yang hingga saat ini masih disimpan di museum.

”Meskipun bangsa kita malas mencatat, ada untungnya juga bahwa Pak Affandi itu agak suka mencatat,” ungkapnya.

Dari catatan tersebut diketahui bahwa desain rumah panggung di bawah loteng, yang sekarang menjadi Kafe Loteng, sudah digambar oleh Affandi sejak 1953 dengan bentuk yang sama persis dengan bangunan yang diwujudkan. Museum mulai dibangun pada tahun 1962, setelah Affandi melunasi sebidang tanah di tepian Sungai Gajah Wong yang dibelinya dengan mencicil.

Kepala Museum juga mengungkapkan bahwa Affandi berpesan untuk dimakamkan di sebelah karya-karyanya. Setelah berpulang pada tahun 1990, ia dimakamkan di antara Galeri I dan Galeri II, sementara istrinya, Maryati Affandi, dimakamkan di sebelahnya setahun setelah.

Affandi lahir di Cirebon pada 18 Mei 1907 dan wafat di Yogyakarta pada 23 Mei 1990. Gaya lukisnya berkembang dari realisme menjadi eskpresionisme, dan ia juga berkontribusi dalam kelompok Lima Bandung serta kegiatan seni budaya selama masa perjuangan kemerdekaan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, berharap agar FGD ini tidak berhenti pada acara seremonial. ”Kita berharap forum ini dapat menghasilkan rekomendasi dan informasi yang menjadi dasar dalam proses pengusulan memori kolektif bangsa,” kata Abu Bakar.

Baca Juga:
HSB Dukung Lapas Palembang, Perang Modus Penipuan dari Balik Jeruji Besi

Dukungan juga diberikan oleh Wahyudi Kurniawan anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sleman. ”Arsip-arsip jangan sampai hilang, kemudian arsip-arsip ini bisa dilindungi dengan baik,” tegasnya. (Brd)