PASURUAN – Tiga anggota DPRD Kota Pasuruan dari Fraksi PDI Perjuangan menggelar kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2026 dengan agenda jaring aspirasi masyarakat (Jasmas) yang berlangsung di Kantor Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan reses tersebut dilaksanakan secara serentak namun dibagi dalam tiga sesi dengan waktu berbeda. Pada sesi pertama, kegiatan dipimpin oleh H. Muhammad Gatot Adidoyo, S.A.B dari Daerah Pemilihan (Dapil) Purworejo yang berlangsung sekitar pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.
Sementara pada sesi kedua dipimpin oleh Mahfud Husairi, ST dari Dapil Gadingrejo yang dimulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Selanjutnya pada sesi ketiga dipimpin oleh Andri Setyani dari Dapil Panggungrejo yang berlangsung sekitar pukul 18.00 hingga 19.30 WIB.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan serta ratusan kader dan pengurus partai mulai dari tingkat PAC, Ranting hingga simpatisan di akar rumput yang tersebar di 34 kelurahan dan 4 kecamatan, yakni Kecamatan Gadingrejo, Panggungrejo, Bugul Kidul, dan Purworejo.
Dalam forum dialog tersebut, berbagai aspirasi dan masukan disampaikan langsung oleh masyarakat kepada para wakil rakyat. Beberapa di antaranya berkaitan dengan penerangan jalan umum (PJU), layanan BPJS Kesehatan, bantuan sosial, hingga pengajuan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Menanggapi berbagai usulan tersebut, H. Muhammad Gatot Adidoyo yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Kota Pasuruan menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan dalam pembahasan kebijakan di DPRD.
“Aspirasi yang disampaikan masyarakat hari ini tentu akan kami catat dan selanjutnya kami perjuangkan dalam pembahasan kebijakan di DPRD. Tujuannya agar pembangunan di Kota Pasuruan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Mahfud Husairi, ST yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan sarana komunikasi langsung antara anggota DPRD dengan masyarakat.
Menurutnya, forum tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masing-masing agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap persoalan di lingkungan masing-masing. Jika ada masalah, segera laporkan kepada kami agar bisa dibahas dan diperjuangkan melalui forum DPRD,” jelas Mahfud.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, baik di tingkat fraksi DPRD Kota Pasuruan, DPRD Provinsi Jawa Timur, hingga DPR RI untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Namun demikian, Mahfud mengakui bahwa tidak semua usulan masyarakat dapat langsung direalisasikan karena harus menyesuaikan dengan skala prioritas kebutuhan serta ketersediaan anggaran.
Sementara itu, pada sesi penutup kegiatan reses, Andri Setyani yang akrab disapa Mbak Rere menegaskan komitmen Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan untuk terus mengawal setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat.
“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami bawa dalam pembahasan di DPRD. Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan masyarakat benar-benar menjadi perhatian dalam kebijakan pembangunan Kota Pasuruan,” tegasnya.
Melalui kegiatan jaring aspirasi masyarakat dalam Reses Masa Sidang I Tahun 2026 ini, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat.
Harapannya, setiap program pembangunan yang dirancang pemerintah dapat benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Pasuruan secara luas.











