Portal DIY

Kaderisasi PDI-P Harus Perkuat Ideologi dan Keberpihakan kepada Rakyat

Portal Indonesia
×

Kaderisasi PDI-P Harus Perkuat Ideologi dan Keberpihakan kepada Rakyat

Sebarkan artikel ini
Para kader PDI Perjuangan Yogyakarta saat menghadiri penggemblengan di Kaliurang (Portal Indonesia/Bambang S)

YOGYAKARTA – Sebanyak 64 kader PDI Perjuangan Kota Yogyakarta mengikuti penggemblengan kaderisasi tingkat pratama di Wisma Eden, Kaliurang, Yogyakarta, Jumat (23/10/2026) malam. Kaderisasi ini difokuskan pada penguatan ideologi Pancasila, regenerasi kepemimpinan, dan komitmen memperjuangkan hak-hak rakyat.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, hadir menyampaikan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ia menegaskan, pendidikan politik melalui kaderisasi merupakan fungsi mendasar partai untuk memperkuat ideologi dan membentuk kader yang mampu melayani masyarakat.

“Ibu Megawati berpesan, pendidikan politik kaderisasi ini sangat mendasar untuk memperkuat ideologi. Di pusat membuka sekolah partai, kemudian DPD dan DPC turun melakukan kaderisasi tingkat pratama ini,” kata Djarot.

Didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Nuryadi dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Eko Suwanto, Djarot menjelaskan, kaderisasi juga menjadi sarana mengenalkan pemikiran dan perjuangan Presiden pertama RI, Soekarno, terutama tentang Pancasila dan Marhaenisme.

Menurut Djarot, pemahaman sejarah perjuangan Bung Karno penting bagi generasi muda. Ia menyinggung kebijakan de-Soekarnoisasi pada masa pemerintahan Orde Baru yang berlangsung selama 32 tahun.

Kaderisasi, lanjutnya, tidak boleh berhenti setelah kegiatan selesai. Para peserta harus terus dilibatkan dalam kegiatan kepartaian, kemanusiaan, dan sosial agar nilai-nilai Pancasila diterapkan melalui kerja nyata bersama masyarakat.

“Ibu Megawati berpesan, politik itu kehidupan. Anak muda belajar politik sama dengan belajar mengelola kehidupan. Politik bukan sekadar mencari kekuasaan, tetapi juga bagaimana menjaga lingkungan dan menyelesaikan persoalan masyarakat,” ujarnya.

Djarot mencontohkan persoalan kebakaran hutan dan lahan, kenaikan harga, serta kelangkaan bahan bakar minyak di sejumlah daerah sebagai masalah yang membutuhkan kebijakan politik dan tata kelola yang baik.

Baca Juga:
PDI-P DIY Tegaskan Posisi Penyeimbang, Kawal Dana Keistimewaan dan Tangkal Hoaks

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Nuryadi menegaskan, kaderisasi bukan semata-mata untuk mengejar kursi atau jabatan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut bertujuan menggerakkan kader agar menghidupi dan menggelorakan ajaran Bung Karno dalam perjuangan membela rakyat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Eko Suwanto mengatakan, pemilihan Kaliurang sebagai lokasi penggemblengan memiliki makna historis. Kawasan tersebut menjadi tempat Bung Karno menyampaikan pidato berjudul Lenyapkan Sterilitiet dalam Gerakan Mahasiswa dalam Konferensi Besar GMNI pada 1959.

Menurut Eko, sejarah tersebut menjadi pengingat bagi kader untuk menjaga kemurnian ideologi dan keberpihakan kepada kaum Marhaen.

“Bung Karno berpesan agar obor kesetiaan terhadap kaum Marhaen terus dinyalakan, semangat Marhaenisme dijaga kemurniannya, dan segala hal yang tidak murni ditinggalkan. Pesan ini wajib dilaksanakan segenap kader,” kata Eko.

Ia menambahkan, sebagian besar peserta kaderisasi merupakan generasi muda. Kondisi ini dinilai menjadi modal penting bagi regenerasi kepemimpinan partai. PDI Perjuangan juga menyiapkan pendidikan politik khusus bagi generasi muda dan perempuan.

Materi kaderisasi mencakup penguatan ideologi, sejarah perjuangan bangsa, kedisiplinan, serta pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat. Para kader juga didorong meningkatkan kemampuan menyerap dan mendata aspirasi warga, mulai dari kebutuhan ibu hamil, balita, hingga lanjut usia.

Menurut Eko, pendataan tersebut diperlukan agar kader di tingkat ranting mampu mengawal persoalan masyarakat dan mendorong program yang tepat sasaran, termasuk penanganan stunting.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan outbound untuk memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong. Kegiatan juga menghadirkan akademisi dan praktisi serta sesi diskusi bersama Ganjar Pranowo mengenai pengalaman melayani dan melindungi masyarakat (bams)