YOGYAKARTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkuat sinergi lintas sektor melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah institusi pendidikan, layanan kesehatan, media, dan teknologi digital.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus meningkatkan prestasi olahraga di DIY secara berkelanjutan.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Wakil Gubernur DIY yang juga Ketua Umum KONI DIY, KGPAA Paku Alam X, bersama para pimpinan institusi mitra, yakni RSPAU Hardjolukito, Siloam Hospital Yogyakarta, Queen Latifa Hospital Group, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI), serta PT Pandangan Media Utama (Pandangan Jogja).
Dalam sambutannya, KGPAA Paku Alam X menegaskan bahwa pembinaan olahraga tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, keberhasilan membangun prestasi olahraga membutuhkan kolaborasi yang kuat antarlembaga dengan semangat saling mendukung.
“Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga memerlukan kebersamaan, kepercayaan, dan komitmen untuk saling menguatkan. KONI tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun ekosistem olahraga DIY yang lebih sehat, tertata, dan manusiawi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dukungan dari berbagai sektor akan memberikan manfaat nyata bagi atlet maupun cabang olahraga. Layanan kesehatan diharapkan mampu menunjang kebugaran dan proses pemulihan atlet, sektor pendidikan membuka peluang pengembangan kapasitas sumber daya manusia, media berperan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap prestasi olahraga, sedangkan pemanfaatan teknologi digital dapat memperkuat pengelolaan data, informasi, serta komunikasi organisasi olahraga.
Paku Alam X berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada seremoni penandatanganan semata, tetapi diwujudkan dalam program-program yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan olahraga di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menyatakan komitmennya untuk mendukung pembinaan atlet melalui berbagai fasilitas yang dimiliki kampus. UMY, kata dia, memiliki layanan kesehatan dengan dokter spesialis kedokteran olahraga serta program beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi di bidang olahraga.
“Kami berharap para atlet tidak hanya mampu meraih prestasi di arena pertandingan, tetapi juga memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi sebagai bekal untuk masa depan. Harapan kami mereka menjadi atlet yang mampu mendukung prestasi olahraga DIY,” katanya.
Achmad Nurmandi menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi, KONI DIY, dan Pemerintah Daerah DIY diharapkan mampu membangun ekosistem olahraga yang semakin kuat. Perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui pendidikan, riset, layanan kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia, sementara pemerintah terus memperkuat pembinaan melalui penyediaan sarana dan prasarana olahraga yang memadai.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, KONI DIY optimistis pembinaan olahraga di DIY akan semakin terarah, profesional, dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di level internasional. (Brd)











