PASURUAN – Pemerintah Kota Pasuruan, Jawa Timur, resmi menghadirkan Angkutan Kota Wisata bertajuk Pasuruan Ngider (Pasder). Peluncuran transportasi tersebut digelar di Terminal Pariwisata Kota Pasuruan, Jumat (13/2) pagi, sebagai langkah memperkuat layanan bagi wisatawan sekaligus membangun kolaborasi antar pelaku transportasi.
Peresmian Pasder dihadiri langsung oleh Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo bersama Wakil Wali Kota Mokhamad Nawawi. Turut hadir Sekretaris Daerah, jajaran Asisten, kepala OPD, para camat, Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan, serta perwakilan Satlantas Polres Pasuruan Kota.
Dalam sambutannya, Adi Wibowo menegaskan bahwa kehadiran Pasder bukan sekadar penambahan armada, melainkan bagian dari upaya berbagi peluang rezeki sekaligus meningkatkan fasilitas layanan (fasyan) bagi wisatawan yang datang ke Kota Pasuruan.
“Semangatnya berbagi rezeki dan memberi kemudahan bagi wisatawan. Proses ini juga melalui musyawarah yang difasilitasi Dishub antara angkutan Pasder dan becak wisata,” ujarnya usai peluncuran.
Menurutnya, Pasder dirancang sebagai solusi atas lonjakan penumpang, terutama ketika becak wisata tidak mampu menampung seluruh wisatawan. Dengan demikian, tidak ada lagi pengunjung yang terlantar atau menunggu terlalu lama saat bus wisata tiba.
“Pasder ini mengangkut luberan yang belum terakomodasi becak wisata. Prinsipnya membangun sinergi, karena rezeki sudah ada porsinya masing-masing,” tambahnya.
Selain memperkuat transportasi, Pemkot Pasuruan juga menyiapkan strategi promosi terpadu. Brosur dan katalog destinasi akan disebar di sejumlah titik strategis guna mengenalkan wisata religi, heritage, bahari, hingga sentra UMKM dan oleh-oleh khas daerah.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan, Muhammad Suci Mardiko, mengapresiasi langkah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa gagasan revitalisasi angkutan kota sebenarnya telah lama dibahas bersama dinas terkait.
“Ada tiga yang kami dorong: menjadikan angkutan sebagai wisata, angkutan sekolah, dan pengembangan aplikasi angkot True. Alhamdulillah, satu per satu mulai terealisasi,” jelasnya.
Ia berharap program angkutan sekolah bersubsidi dapat terwujud tahun depan agar pelajar bisa menikmati layanan transportasi secara gratis.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pasuruan, Andriyanto, menambahkan bahwa rute Pasder mengikuti trayek lama seperti D1, D3, A2, dan E1 yang seluruhnya melintasi Alun-alun Kota Pasuruan.
Langkah ini juga diambil untuk meredam potensi kebut-kebutan saat bus wisata datang, sekaligus memastikan distribusi penumpang berjalan tertib dan aman.
“Kami sudah melakukan mediasi dan merangkul semua pihak. Angkutan kota dan becak wisata berada dalam satu rumpun jasa, hanya berbeda modal usaha,” tegasnya.
Untuk tarif, Pasder menetapkan harga Rp6.000 tanpa membedakan jarak jauh maupun dekat. Wisatawan dapat memilih berbagai tujuan, mulai dari Alun-alun dengan ikon Payung Madinah, Masjid Khas Krampyangan yang dikenal sebagai miniatur Ka’bah, kawasan heritage, hingga Pelabuhan Kota Pasuruan.
Dengan hadirnya Pasder, Pemkot Pasuruan berharap kualitas layanan transportasi semakin baik, aman, dan nyaman. Di sisi lain, kebijakan ini diyakini mampu menggerakkan roda ekonomi lokal serta memperkuat daya tarik wisata kota pesisir tersebut.
(Eko)











