Portal Jateng

UT Purwokerto dan Ormawa SALUT Tegal Tanam 350 Mangrove di Pantai Batam Sari

Portal Indonesia
×

UT Purwokerto dan Ormawa SALUT Tegal Tanam 350 Mangrove di Pantai Batam Sari

Sebarkan artikel ini
UT Purwokerto bersama Ormawa SALUT Tegal menanam 350 bibit mangrove di Pantai Batam Sari (dok UT Purwokerto)

TEGAL – Universitas Terbuka (UT) Purwokerto bersama Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) SALUT Tegal menanam 350 bibit mangrove di Pantai Batam Sari, Kelurahan Panggung, Kota Tegal, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan ini mengangkat tema “Gerakan Reboisasi Ekosistem Pesisir Pantai Batam Sari melalui Program Penanaman Mangrove di Kelurahan Panggung”.

Kegiatan ini diikuti mahasiswa Ormawa SALUT Tegal, Karang Taruna, dan masyarakat Kelurahan Panggung. Hadir pula Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., bersama Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Alumni, Drs. Suhartono, M.Si., dan Penanggung Jawab Kemahasiswaan UT Purwokerto serta staf UT Purwokerto.

Dari unsur pemerintah daerah, hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Tegal, Dewi Umaroh, S.Psi., M.H.; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal, Yuli Prasetiya, S.KM., M.Kes.; Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, Dian Eka Kusumawardhani, S.STP.; Kepala Satpol PP Kota Tegal, Budio Pradibto, S.H.; Camat Tegal Timur, To’at Hartono, S.STP., M.Si.; dan Lurah Panggung, Rokhiman, S.E., M.M.

Dari unsur TNI dan Polri, hadir Komandan Lanal Tegal, Letkol Laut (P) Tato Taufiqurochman, S.T., M.Sc., M.Tr.Opsla.; Kapolres Tegal Kota, AKBP Christian Chrisye Lolowang, S.H., S.I.K., M.H.; Danramil 02/Tegal Timur, Kapten Arm Tarsono; dan Kapolsek Tegal Timur, Kompol Trio Prabowo, S.H. Turut hadir pula Ketua Ika UT Cabang Tegal serta rekan-rekan media dari ExploreTegal, Radio Sebayu FM, dan media harian daerah.

Dalam sambutannya, Direktur menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan ini. Menurutnya, kehadiran berbagai unsur menunjukkan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang butuh kerja sama dan komitmen banyak pihak.

Direktur menjelaskan bahwa wilayah pesisir punya peran penting, baik bagi kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat maupun bagi kekayaan ekosistemnya. Namun, kawasan ini menghadapi ancaman seperti abrasi, kerusakan habitat, dan tekanan dari aktivitas manusia.

Baca Juga:
Menteri Kebudayaan Dorong Lulusan UT Purwokerto Jadikan Budaya sebagai Kekuatan Inovasi Daerah

Mangrove menjadi salah satu jawabannya, karena membantu meredam gelombang, mengurangi risiko abrasi, menjadi rumah bagi berbagai biota, dan menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. “Kita tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan,” ujarnya.

Karena itu, kegiatan ini ia sebut sebagai bentuk kepedulian dan investasi lingkungan untuk masa depan, bukan sekadar menanam bibit.

Direktur juga mengingatkan bahwa keberhasilan penanaman tidak hanya dilihat dari 350 bibit yang ditanam hari ini. Yang lebih penting adalah berapa banyak bibit yang tumbuh dan terpelihara dalam jangka panjang.

Ia berharap kegiatan ini dilanjutkan dengan perawatan, pemantauan pertumbuhan, dan keterlibatan aktif masyarakat setempat, agar tidak berhenti sebagai seremoni.

Sebagai perguruan tinggi pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT berkomitmen memperluas akses pendidikan sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.

Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa belajar tentang kepedulian sosial, tanggung jawab lingkungan, kepemimpinan, kerja sama, dan pengabdian kepada masyarakat.

Direktur berharap Ormawa SALUT Tegal terus menjadi penggerak kegiatan positif yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan masyarakat, dan mahasiswa menjadi bagian dari solusi atas persoalan di sekitarnya.

UT Purwokerto juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kota Tegal, TNI dan Polri, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta media yang membantu menyebarkan informasi dan mengajak lebih banyak pihak peduli lingkungan.

Di akhir sambutan, Direktur mengajak semua pihak menjadikan kegiatan ini awal komitmen merawat pesisir: menjaga kebersihan pantai, melindungi mangrove, mengurangi aktivitas yang merusak lingkungan, dan melibatkan generasi muda dalam pelestarian alam. “Menanam mangrove hari ini berarti merawat pesisir untuk hari esok,” tuturnya. (trs)