Portal Jatim

Warga Berencana Iuran Perbaiki Jembatan Rusak, Pemkab Probolinggo Disorot

Redaksi
×

Warga Berencana Iuran Perbaiki Jembatan Rusak, Pemkab Probolinggo Disorot

Sebarkan artikel ini
Aktivis muda Kabupaten Probolinggo, Noval Yulianto,

PROBOLINGGO – Bencana banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Probolinggo menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur warga. Salah satu yang terdampak adalah jembatan di Desa Sumberkatimoho yang kini mengalami kerusakan parah hingga mengganggu aktivitas masyarakat.

Jembatan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Sumberkatimoho dengan Desa Karangren dan Desa Kedung Caluk. Kerusakan jembatan membuat aktivitas warga menjadi terhambat, termasuk kegiatan ekonomi dan pendidikan.

Aktivis muda Kabupaten Probolinggo, Noval Yulianto, menyampaikan bahwa kerusakan jembatan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama bagi petani yang harus mengangkut hasil panen padi.

“Jembatan ini merupakan akses utama warga. Jika rusak seperti sekarang, aktivitas ekonomi masyarakat jelas terganggu, termasuk petani yang mengangkut hasil panen,” ujar Noval.

Tak hanya itu, kerusakan jembatan juga berdampak pada aktivitas pendidikan para siswa di wilayah tersebut. Siswa-siswi yang bersekolah di SD Sumberkatimoho kini harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk sampai ke sekolah.

Jika sebelumnya mereka hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit, kini para siswa harus menempuh perjalanan hingga sekitar 30 menit melalui jalur alternatif yang melewati dua desa, yakni Desa Karangren dan Kecamatan Krejengan.

Menurut Noval, beberapa siswa bahkan nekat melewati jembatan yang sudah rusak dengan berjalan kaki. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya karena jembatan tersebut berpotensi ambruk sewaktu-waktu.

“Risikonya sangat besar. Kalau sampai jembatan itu ambruk saat dilintasi, bisa saja menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.

Ia pun mendesak Pemerintah Kabupaten Probolinggo, baik pihak legislatif maupun eksekutif, agar segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jembatan tersebut.

Noval mengungkapkan, keresahan warga semakin besar karena mereka merasa kesulitan menyampaikan keluhan kepada pemerintah daerah. Bahkan beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial ketika salah satu warga curhat mengenai jembatan rusak tersebut melalui siaran langsung TikTok milik Bupati Situbondo.

Baca Juga:
TP2D Kabupaten Probolinggo Disorot, Bupati Gus Haris Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Menurutnya, kejadian tersebut seharusnya menjadi perhatian bagi pemerintah daerah bahwa masyarakat masih kesulitan menyampaikan aspirasi terkait persoalan infrastruktur.

“Saya berharap Bupati Probolinggo segera memperbaiki jembatan rusak ini. Saya bahkan mendengar informasi bahwa warga berencana iuran sebesar Rp150 ribu per rumah untuk memperbaiki jembatan tersebut,” kata Noval.

Ia menegaskan, jika rencana iuran warga tersebut benar-benar terjadi, dirinya akan mengirimkan surat kepada Ombudsman Republik Indonesia sebagai lembaga pengawas pelayanan publik agar turun langsung ke lokasi.

“Saya akan meminta Ombudsman RI turun langsung ke lokasi agar mereka melihat kondisi sebenarnya di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Probolinggo Gus Haris saat ditemui awak media di rumah dinasnya menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah merencanakan perbaikan jembatan yang rusak tersebut.

Namun menurutnya, proses perbaikan akan dilakukan secara bertahap.

“Tidak hanya jembatan rusak, rumah warga yang terdampak banjir juga sudah dalam tahap perencanaan untuk dilakukan perbaikan,” ujar Gus Haris.