Portal Jatim

281 Siswa-Santri Mambaul Hikam Sidoarjo Dilarikan ke 7 Fasilitas Kesehatan Usai Santap MBG

Redaksi
×

281 Siswa-Santri Mambaul Hikam Sidoarjo Dilarikan ke 7 Fasilitas Kesehatan Usai Santap MBG

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO — Sebanyak 281 siswa dan santri Yayasan Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengalami keluhan kesehatan pada Selasa (1/9/2026).

Keluhan muncul beberapa jam setelah para siswa dan santri menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, hingga Selasa malam, belum ada kesimpulan mengenai penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut.

Para korban dilaporkan mengalami beragam gejala, di antaranya pusing, mual, muntah, diare hingga sesak napas.

Peristiwa bermula ketika makanan MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah tiba di lingkungan MA dan MTs Mambaul Hikam sekitar pukul 12.30 WIB.

Saat itu, sekitar 1.010 porsi makanan didistribusikan kepada siswa dan santri. Sekitar pukul 13.00 WIB, makanan mulai dikonsumsi.

Beberapa jam berselang, sekitar pukul 16.00 WIB, sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuh mereka. Keluhan yang muncul antara lain pusing, mual, muntah, diare dan sesak napas.

Pengurus pondok kemudian mengambil langkah cepat dengan membawa sejumlah santri ke bidan terdekat di Desa Putat untuk mendapatkan pertolongan awal.

Sekitar pukul 16.30 WIB, jumlah korban yang mengalami keluhan dilaporkan terus bertambah. Sedikitnya 15 santri saat itu mengalami pusing, mual dan muntah.

Melihat kondisi tersebut, pengurus pondok berkoordinasi dengan pihak terkait dan menghubungi ambulans. Evakuasi kemudian dilakukan secara bertahap ke sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan di wilayah Sidoarjo.

Kapolsek Tanggulangin Kompol Anggono Jaya sebelumnya menyampaikan data sementara sebanyak 132 pasien telah mendapatkan penanganan medis.

Rinciannya, 80 korban dirawat di RSUD Notopuro, 13 korban di Delta Surya, 30 korban di RS Siti Hajar dan 9 korban di RS Pusura Candi.

Baca Juga:
Pemkab Sidoarjo Bergerak Cepat, Rumah Korban Kebakaran di Grinting Akan Dibangun Lebih Aman

Namun, jumlah tersebut terus bertambah seiring proses evakuasi dan pendataan terhadap siswa maupun santri yang mengalami keluhan.

Hingga pukul 21.24 WIB, jumlah korban sementara mencapai sekitar 281 orang. Mereka telah dievakuasi ke enam rumah sakit dan satu klinik di wilayah Sidoarjo.

Suasana di lingkungan Pondok Pesantren Mambaul Hikam hingga Selasa malam masih dipenuhi aktivitas evakuasi. Ambulans silih berganti keluar masuk kawasan pondok untuk membawa siswa dan santri yang membutuhkan pemeriksaan medis.

Petugas kepolisian bersama tenaga medis, Dinas Kesehatan dan sejumlah pihak terkait masih melakukan penanganan serta pendataan terhadap para korban. Kondisi masing-masing pasien juga terus dipantau.

Di sisi lain, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa dan santri.

Meski keluhan kesehatan muncul setelah makanan MBG dikonsumsi, pihak berwenang belum menyimpulkan bahwa makanan tersebut menjadi penyebab kejadian. Kepastian mengenai penyebabnya masih menunggu hasil pemeriksaan medis, pemeriksaan makanan, serta penyelidikan lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, proses evakuasi dan pendataan masih berlangsung. Jumlah korban maupun kondisi pasien masih berpotensi berubah seiring perkembangan penanganan di lapangan.