Portal Jatim

88 Pelajar Kota Probolinggo Deklarasikan Diri sebagai Duta Toleransi, Siap Jadi Pelopor Moderasi Beragama

Redaksi
×

88 Pelajar Kota Probolinggo Deklarasikan Diri sebagai Duta Toleransi, Siap Jadi Pelopor Moderasi Beragama

Sebarkan artikel ini

PROBOLINGGO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo terus menguatkan semangat moderasi beragama di kalangan generasi muda. Upaya tersebut diwujudkan melalui Seminar Moderasi Beragama bertema “Menyemai Toleransi, Merawat Kebinekaan: Peran Pelajar Kota Probolinggo sebagai Agen Pelopor Moderasi Beragama” yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Sabtu (1/8/2026).

Sebanyak 88 pelajar yang mewakili 44 SMA, SMK, dan MA se-Kota Probolinggo mengikuti kegiatan tersebut. Masing-masing sekolah mengirimkan dua peserta untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.

Seminar dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Budi Wirawan, yang hadir mewakili Wali Kota Probolinggo. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga persatuan bangsa.

Menurut Budi, pelajar memiliki peran strategis sebagai generasi penerus yang harus dibekali karakter religius, nasionalis, dan kemampuan berpikir kritis agar mampu menjadi agen perdamaian di tengah keberagaman.

“Pelajar memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus bangsa. Mereka harus dibekali karakter religius, nasionalis, serta kemampuan berpikir kritis agar mampu menjadi agen perdamaian, bukan penyebar kebencian. Pemerintah Kota Probolinggo mendukung penuh upaya MUI dalam membangun budaya toleransi sejak usia sekolah,” ujarnya.

Ketua Komisi Hubungan Antarumat Beragama MUI Kota Probolinggo, Ustadz Husein, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa seminar tersebut merupakan bagian dari komitmen MUI dalam memperkuat pendidikan karakter kebangsaan melalui pendekatan keagamaan yang moderat, inklusif, dan mengedepankan kemaslahatan bersama.

Pada sesi materi, Ketua FKUB sekaligus Wakil Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Dr. KH. Ahmad Hudri, ST., MAP., menjelaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti mengurangi nilai-nilai agama, melainkan memperkuat cara pandang beragama yang adil, seimbang, menghargai perbedaan, serta tetap berkomitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga:
KPK Bongkar Dugaan Korupsi Kuota Haji Sejak 2023, Negara Diduga Rugi Rp622 Miliar

“Pelajar harus menjadi generasi yang mampu menjaga keseimbangan antara kesalehan spiritual, kesalehan sosial, dan komitmen kebangsaan. Moderasi beragama adalah ikhtiar menjaga agama sekaligus menjaga Indonesia,” tegasnya.

Hudri juga mengingatkan pentingnya literasi digital di era informasi agar generasi muda tidak mudah terpengaruh hoaks, ujaran kebencian, maupun paham ekstrem yang berpotensi memecah belah persatuan.

Sementara itu, narasumber lainnya, Resty Lian Perdasari, S.Pd., Gr., mengajak peserta memanfaatkan media digital secara cerdas dan bertanggung jawab. Menurutnya, media sosial seharusnya menjadi sarana menyebarkan inspirasi, toleransi, dan pesan-pesan positif.

“Jadilah pelajar yang tidak mudah terprovokasi. Verifikasi setiap informasi sebelum membagikannya, karena literasi digital merupakan bagian penting dari upaya menjaga kerukunan dan mencegah konflik sosial,” katanya.

Suasana seminar berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi mengenai tantangan menjaga toleransi di lingkungan sekolah, etika bermedia sosial, hingga membangun komunikasi lintas agama di kalangan pelajar.

Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta membacakan Deklarasi Pelajar Kota Probolinggo sebagai Duta Toleransi dan Pelopor Moderasi Beragama. Deklarasi tersebut memuat empat komitmen, yakni menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila, mempromosikan toleransi antarumat beragama, menjadi pelopor moderasi beragama di sekolah maupun masyarakat, serta menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan perundungan.

Deklarasi itu menjadi penegasan bahwa para pelajar tidak hanya mengikuti seminar, tetapi juga siap menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai toleransi, kebangsaan, dan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, MUI Kota Probolinggo berharap lahir generasi muda yang religius, moderat, cinta Tanah Air, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta mampu menjaga kebinekaan sebagai kekuatan bangsa menuju Indonesia yang damai, maju, dan berkeadaban.