KOTA MALANG – Pemerintah Kota Malang memastikan ketersediaan bahan pangan dan Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kepastian tersebut disampaikan setelah Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat bersama Satgas Pangan Kota Malang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi, Rabu (11/03/2026).
Kegiatan sidak dimulai dari Pasar Tradisional Sawojajar. Di lokasi tersebut, Wali Kota Wahyu Hidayat didampingi Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, S.A.P memantau secara langsung harga sekaligus ketersediaan berbagai komoditas kebutuhan pokok.
Dalam pemantauan itu, pemerintah menemukan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan. Namun, menurut Wahyu Hidayat, lonjakan tersebut masih berada dalam batas wajar dan belum mengkhawatirkan.
“Memang ada kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan, tetapi masih dalam kategori wajar. Komoditas yang mengalami kenaikan cukup tajam adalah cabai. Hal ini dipengaruhi faktor cuaca ekstrem serta meningkatnya konsumsi selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri,” ujar Wahyu kepada awak media.
Setelah melakukan pengecekan di pasar, rombongan melanjutkan sidak ke salah satu distributor bahan pangan di Kota Malang. Kegiatan tersebut kemudian diteruskan dengan kunjungan ke gudang Bulog setempat untuk memastikan ketersediaan cadangan beras.
Dari hasil pemantauan di Bulog, pemerintah memastikan stok beras untuk masyarakat masih dalam kondisi aman.
“Untuk ketersediaan beras sangat mencukupi. Kepala Bulog Kota Malang tadi menyampaikan kepada saya bahwa stok beras yang ada saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan,” ungkapnya.
Rangkaian sidak kemudian dilanjutkan ke Depo Pertamina Malang. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan distribusi dan stok BBM di wilayah Kota Malang tetap stabil menjelang arus mudik dan libur Lebaran.
Setelah menerima pemaparan dari pihak Pertamina, Wali Kota memastikan pasokan BBM di Kota Malang tidak mengalami kendala maupun pengurangan.
“Setelah mendengar pemaparan dari pihak Pertamina Malang, stok BBM di Kota Malang aman dan tidak ada pengurangan pasokan,” tegas Wahyu.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya terkait isu kelangkaan BBM.
“Masyarakat jangan panik. Stok BBM untuk kota kita aman. Jadi jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar bahwa stok BBM Indonesia hanya tersisa 20 hari. Informasi itu tidak benar,” katanya.
Wahyu menambahkan, kepanikan masyarakat justru dapat memicu praktik penimbunan BBM yang berpotensi menimbulkan kesan kelangkaan di lapangan.
“Jangan sampai masyarakat melakukan penimbunan BBM. Jika itu terjadi, justru akan menimbulkan kesan seolah-olah terjadi kelangkaan,” ujarnya.
Selain memastikan ketersediaan bahan pangan dan energi, kegiatan sidak ini juga menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kota Malang dalam mengendalikan inflasi daerah menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pemerintah berharap stabilitas harga dan distribusi kebutuhan pokok tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan hingga Lebaran dengan tenang. (Junaedi)











