Portal Jatim

Buka Bersama YPP Al Kholiqi: Tekankan Rehabilitasi Narkoba Berbasis Kesadaran dan Peran Keluarga

Redaksi
×

Buka Bersama YPP Al Kholiqi: Tekankan Rehabilitasi Narkoba Berbasis Kesadaran dan Peran Keluarga

Sebarkan artikel ini
Suasana buka bersama YPP Al Kholiqi di Sidoarjo yang dihadiri tokoh masyarakat dan perwakilan BNNK, menyoroti pentingnya rehabilitasi narkoba berbasis kesadaran dan dukungan keluarga.

SIDOARJO — Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Al Kholiqi menggelar kegiatan buka puasa bersama di Jalan Brigjen Katamso No. 1 Bandilan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (19/03/2026). Acara ini tidak sekadar menjadi ajang berbagi hidangan, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ali Managali Parawansah, putra Gubernur Jawa Timur, Kepala Desa Kedungrejo, serta perwakilan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo. Hadir pula Kasi Rehabilitasi Muklis, penyuluh Yusuf Rizal, dan tenaga medis Dr. Enrico yang terlibat dalam upaya penanganan rehabilitasi.

Pimpinan YPP Al Kholiqi, H. Abdul Kholiq, menegaskan bahwa proses rehabilitasi tidak bisa dipandang semata sebagai pemulihan kondisi fisik. Lebih dari itu, aspek mental dan spiritual menjadi fondasi penting dalam membantu seseorang keluar dari jerat penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, pembinaan yang diberikan di lingkungan pesantren diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran internal agar para klien memiliki kemauan kuat untuk berubah. Dengan begitu, mereka diharapkan dapat kembali diterima secara utuh di tengah keluarga dan masyarakat.

Senada dengan itu, Muklis dari BNNK Sidoarjo menjelaskan bahwa keberhasilan rehabilitasi sangat ditentukan oleh kesadaran pribadi. Meski demikian, ia menekankan bahwa dukungan keluarga tetap menjadi faktor yang tidak kalah penting.

Ia mengungkapkan, tidak sedikit kasus penyalahgunaan narkoba berakar dari persoalan emosional dalam keluarga. Perasaan kurang diperhatikan atau adanya perlakuan yang tidak adil sering kali menjadi pemicu seseorang terjerumus.

“Kesadaran dari dalam diri adalah kunci utama. Namun, tanpa dukungan keluarga, proses pemulihan akan jauh lebih sulit,” ujarnya.

Di sisi lain, Ali Managali Parawansah mengajak masyarakat untuk lebih aktif berperan dalam mencegah dan menangani penyalahgunaan narkoba. Ia mengimbau warga agar tidak ragu melaporkan atau mengarahkan korban ke lembaga resmi seperti BNN atau pusat rehabilitasi.

Baca Juga:
BNNK Sidoarjo Lakukan Monev di YPP Al Kholiqi, Pastikan Standar Rehabilitasi Terpenuhi

Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat.

Ali juga menyinggung kontribusi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang dinilainya memiliki komitmen kuat dalam bidang rehabilitasi sosial sejak menjabat di Kementerian Sosial. Peran tersebut dinilai memberikan dampak positif dalam memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman narkoba.

Melalui kegiatan ini, YPP Al Kholiqi berharap dapat terus menjadi bagian dari solusi, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam upaya pemulihan sosial bagi para korban penyalahgunaan narkoba.