Portal Jateng

Trans Banyumas Terintegrasi Stasiun Purwokerto, Jawab Kebutuhan Akses Penumpang

Portal Indonesia
×

Trans Banyumas Terintegrasi Stasiun Purwokerto, Jawab Kebutuhan Akses Penumpang

Sebarkan artikel ini

 

PURWOKERTO – Stasiun Purwokerto kini resmi terhubung langsung dengan layanan Trans Banyumas melalui pintu barat, mulai Jumat (27/3/2026). Integrasi ini menjadi solusi atas kebutuhan akses lanjutan (last mile) bagi ribuan penumpang kereta api.

Kerja sama antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto dan Pemerintah Kabupaten Banyumas tersebut diharapkan meningkatkan konektivitas antarmoda transportasi di wilayah setempat.

Vice President KAI Daop 5 Purwokerto, Mohamad Arie Fathurrochman, menyatakan integrasi ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat.

Pada hari normal, volume penumpang di Stasiun Purwokerto mencapai sekitar 10.000 orang per hari. Jumlah tersebut dapat meningkat hingga 20.000 penumpang saat periode Angkutan Lebaran.

Selain integrasi transportasi, KAI juga menambah kapasitas parkir di sisi barat stasiun, yang kini mampu menampung sekitar 200 mobil dan 250 sepeda motor.

Peresmian dilakukan oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama jajaran KAI dan Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun.

Layanan Trans Banyumas mulai beroperasi penuh pada Sabtu (28/3/2026) pukul 05.00–20.00 WIB dengan waktu tunggu 15–20 menit.

Tiga koridor utama yang terintegrasi meliputi:

• Koridor 1 (Ajibarang–Pasar Pon–Stasiun Purwokerto–SMAN 1 Purwokerto)

• Koridor 2 (Unsoed–Baturraden–Patikraja dan kawasan kota)

• Koridor 3A dan 3B (Terminal Bulupitu–kawasan kampus–Stasiun Purwokerto)

Pembayaran dilakukan secara non-tunai menggunakan kartu elektronik maupun QRIS. Tarif ditetapkan Rp3.900 untuk umum dan Rp2.000 bagi pelajar, mahasiswa, lansia, serta penyandang disabilitas.

Sepanjang 2025, Trans Banyumas melayani lebih dari 2 juta penumpang. Sementara hingga Maret 2026, jumlah pengguna telah mencapai lebih dari 541 ribu penumpang dengan tingkat okupansi di atas 70 persen.

Integrasi ini diharapkan mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum yang lebih efisien dan ramah lingkungan. (trs)

Baca Juga:
Siaga Lebaran, PKU Yogya Kerahkan Layanan Non-Stop di Jantung Kota