Portal DIY

BMKG Ingatkan Potensi Hujan di DIY Hingga 20 April, Ini Pemicunya

Portal Indonesia
×

BMKG Ingatkan Potensi Hujan di DIY Hingga 20 April, Ini Pemicunya

Sebarkan artikel ini

 

​YOGYAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait dinamika atmosfer terkini di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berdasarkan analisis terbaru, terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah titik pada periode 18 hingga 20 April 2026.

​Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Feriomex Hutagalung, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh hangatnya suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia Selatan Jawa yang mencapai 28–30 derajat Celsius.

Menurutnya suhu yang hangat ini mendukung ketersediaan uap air ke atmosfer. “Selain itu, terpantau adanya bibit siklon 92S di Samudera Hindia Barat Daya Lampung yang memengaruhi pola angin di wilayah Jawa, khususnya DIY, bertiup dari arah Timur,” ujar Feriomex dalam keterangan, Jumat (17/4/2026).

​BMKG mencatat kelembapan udara pada ketinggian 1.0–3.0 km berada di angka 30–90 persen. Hal ini memberikan peluang signifikan bagi pertumbuhan awan hujan, terutama pada siang dan sore hari.

​Berikut adalah rincian prakiraan cuaca wilayah DIY untuk tiga hari ke depan:
​18 April 2026: Potensi hujan ringan diprediksi terjadi di wilayah Sleman bagian Utara dan Kulon Progo bagian Utara. Tinggi gelombang laut berkisar antara 1.25 – 2.5 meter (kategori sedang).

​19 April 2026: Wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo, Bantul bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Tinggi gelombang laut tetap di kategori sedang.

​20 April 2026: Potensi hujan ringan kembali terpusat di Sleman bagian Utara dan Kulon Progo bagian Utara, dengan kondisi gelombang laut yang stabil di angka 1.25 – 2.5 meter.

​Menyikapi prakiraan tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. “Masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang,” tambahnya.

Baca Juga:
Atasi Hambatan Layanan, Residen KKLP UGM Gagas Buku Saku "Ngrumat" di Nglipar

​Warga juga diminta terus memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, situs resmi, maupun media sosial @infobmkgyia untuk mendapatkan data yang lebih terperinci hingga tingkat kecamatan. BMKG juga menyarankan koordinasi intensif dengan pihak terkait seperti BPBD dan FPRB guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi (bams)