Portal DIY

Momentum Paskah dan Hari Kartini Jadi Pijakan WKRI DIY Hadapi Transformasi Digital

Portal Indonesia
×

Momentum Paskah dan Hari Kartini Jadi Pijakan WKRI DIY Hadapi Transformasi Digital

Sebarkan artikel ini

 

​YOGYAKARTA – Vikaris Episkopalis (Vikep) Yogyakarta Barat, Romo AR Yudono Suwondo, Pr, menegaskan semangat Paskah dan nilai historis perjuangan RA Kartini harus menjadi fondasi spiritual bagi anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) dalam menghadapi era transformasi digital.

Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Transformasi Digital dan Penguatan Etika yang digelar DPD WKRI DIY di Aula Gereja Katolik Santo Yusup Bintaran, Yogyakarta, Sabtu (18/4/2026).

​”Seluruh aktivitas organisasi hendaknya berakar pada semangat iman dan pengabdian, serta menjadi bagian dari karya Gereja yang lebih luas,” ujar Romo Yudono di hadapan 80 pengurus dan anggota WKRI dari lima kabupaten/kota se-DIY.

​Romo Yudono juga mengingatkan kedekatan historis WKRI dengan Gereja Bintaran. Ia mengutip pesan legendaris Mgr. Soegijapranata tahun 1956 mengenai pentingnya pendidikan karakter agar generasi masa kini mampu menghadapi tipu daya yang merusak tata susila di tengah perubahan zaman.

​Adaptasi dan Etika Digital

​Ketua Presidium WKRI DPD DIY, Restituta Sri Widiastuti, menjelaskan seminar ini merupakan langkah strategis organisasi untuk memaknai emansipasi Kartini di ruang digital. Peserta dibekali pemahaman bahwa transformasi digital bukan sekadar perubahan perangkat, melainkan pergeseran pola pikir.

​Narasumber utama, Ekandari Sulistyaningsih, memaparkan organisasi yang tidak mampu beradaptasi dengan teknologi akan tertinggal. Namun, ia memberikan catatan kritis mengenai rendahnya tingkat kesopanan digital di Indonesia.

​”Transformasi digital menuntut organisasi untuk beradaptasi cepat dan memanfaatkan teknologi secara optimal, namun tetap menjaga nilai-nilai dasar yang menjadi identitas,” kata Ekandari.

​Integritas sebagai Benteng

​Selain literasi teknologi, seminar ini menekankan tiga pilar utama: profesionalisme, integritas, dan etika. Anggota WKRI didorong untuk membangun reputasi digital yang positif melalui transparansi dan konsistensi antara ucapan dan tindakan.

Baca Juga:
Momen Hangat Bukber Lintas Agama di KWI

​Di akhir acara, Romo Yudono berharap momentum peringatan Hari Kartini ini dapat menggelorakan kembali semangat para perempuan Katolik untuk berkontribusi bagi bangsa tanpa kehilangan jati diri.

​Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pengurus DPD DIY serta perwakilan dari Kulon Progo, Sleman, Gunungkidul, Bantul, dan Kota Madya ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadi agen perubahan dalam menghadirkan budaya digital yang sehat dan beradab (bams)