SLEMAN – Seorang pria berinisial EA (47), warga Kledokan, Caturtunggal, Depok, Sleman, ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah rumah toko (ruko) di kawasan Babarsari, Sabtu (18/4/2026) pagi kemarin. Saat ditemukan korban dalam keadaan tergantung.
Berdasarkan keterangan kepolisian, korban diduga meninggal akibat gantung diri yang dipicu kondisi depresi karena penyakit yang dideritanya.
Kasi Humas Polresta Sleman IPTU Argo Anggoro, S.H., menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima laporan dari warga terkait adanya dugaan orang meninggal dunia di lokasi tersebut.
“Pada hari Sabtu, 18 April 2026 pukul 09.00 WIB, ditemukan orang meninggal dunia dengan cara gantung diri di wilayah Kledokan Babarsari,” ujarnya.
Peristiwa ini bermula dari kecurigaan warga sekitar yang tidak melihat korban beraktivitas sejak Rabu (16/4/2026) dan tidak dapat dihubungi. Salah satu saksi, MH (59), bersama warga lainnya mendatangi ruko tempat korban tinggal untuk memastikan kondisinya. Setibanya di lokasi, mereka mencium bau tidak sedap dari dalam bangunan.
“Sudah tiga hari tidak kelihatan keluar. Tadi dipanggil-panggil tidak ada respon, akhirnya pintu didobrak bersama warga lain. Ternyata korban sudah meninggal dunia,” ujar salah satu saksi di lokasi.
Karena tidak berani masuk, saksi kemudian meminta bantuan warga lain untuk memeriksa bagian dalam ruko. Saat pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dalam kondisi tergantung dengan seutas tali berwarna putih di lehernya.
Petugas dari Polsek Depok Barat bersama tim Inafis Polresta Sleman dan tenaga medis dari RS Bhayangkara segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta evakuasi jenazah.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim PMI Sleman dengan menggunakan alat pelindung diri lengkap.
Selanjutnya jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY untuk menjalani proses autopsi guna memastikan penyebab kematian.
Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi, korban diketahui memiliki riwayat penyakit dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Kondisi tersebut diduga memicu tekanan psikologis yang berujung pada tindakan bunuh diri.
“Korban diduga mengalami depresi akibat penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh,” kata IPTU Argo.
Pihak keluarga korban yang berada di Solo, Jawa Tengah, telah dihubungi dan datang ke lokasi. Keluarga menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah dan tidak akan menuntut pihak mana pun.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil keputusan ekstrem saat menghadapi tekanan hidup. Warga diminta untuk mencari bantuan dan berkomunikasi dengan keluarga, teman, atau pihak berwenang jika mengalami masalah mental atau depresi. (Brd)











