Berita Daerah

Mgr. Didik Ingatkan Wartawan Jadi Penjaga Kebenaran di Tengah Arus Hoaks

Portal Indonesia
×

Mgr. Didik Ingatkan Wartawan Jadi Penjaga Kebenaran di Tengah Arus Hoaks

Sebarkan artikel ini

 

​SURABAYA – Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (Komsos KWI), Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, mengingatkan para jurnalis untuk kembali ke jati dirinya sebagai saksi kebenaran dan pembawa pesan perdamaian. Hal ini krusial di tengah maraknya hoaks dan tajamnya polarisasi informasi saat ini.

​Pesan tersebut disampaikan Mgr. Didik, sapaan akrabnya, saat menerima kunjungan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) di Wisma Uskup Keuskupan Surabaya, Kamis (30/4/2026). “Jadilah saksi kebenaran yang membawa damai. Tugas wartawan bukan sekadar menyampaikan kabar, tetapi memastikan cahaya kebenaran tetap bersinar di tengah derasnya disinformasi,” tegas Uskup Surabaya tersebut.

​Diplomasi Bahasa di Vatikan

​Pertemuan ini sekaligus menindaklanjuti kesepakatan bersejarah antara Komsos KWI dan Dikasteri Komunikasi Vatikan terkait penggunaan resmi Bahasa Indonesia oleh pemerintah Vatikan pada Maret lalu.

​Menurut Mgr. Didik, kerja jurnalistik tidak boleh berhenti di ruang redaksi, melainkan harus hadir dalam diplomasi budaya dan menjadi jembatan komunikasi lintas bangsa. Ia berharap media menjadi kekuatan yang mengisi kekosongan dalam mewujudkan jurnalisme yang humanis dan berintegritas.

​“Jurnalisme bukan sekadar profesi, ia adalah panggilan untuk melayani masyarakat dan menjaga nurani publik,” tambahnya.

​Tantangan Etika di Era Digital

​Senada, Ketua PWKI Asni Ovier DP menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ) di era digital. Ia menyoroti fenomena informasi media sosial yang seringkali sepihak dan tanpa konfirmasi.

Ia minta wartawan jangan ikut-ikutan bergaya medsos. Hanya demi keuntungan pribadi lantas menyebarkan berita bohong atau fitnah. “Peran wartawan sangat penting sebagai gatekeeper atau penyaring informasi,” ujar Ovier.

​Ovier juga mendorong para jurnalis tetap berpegang pada data valid sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat. Ia menyayangkan adanya gejala pembatasan gerak wartawan di beberapa institusi dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

Baca Juga:
Kepala Suku Besar Kamoro Kecam Kekerasan di Yahukimo

​Dalam kunjungan tersebut, hadir sejumlah tokoh senior PWKI seperti Founder AM Putut Prabantoro, Penasihat Mayong Suryo Laksono, serta pengurus PWKI Surabaya dan pegiat Dokumen Abu Dhabi, Romo Fadjar Tedjo Soekarno Pr (*/bams)