PROBOLINGGO – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk menghadirkan inovasi baru dalam pelayanan publik. Dalam momentum tersebut, Pemkab resmi meluncurkan layanan pengaduan masyarakat terpadu bertajuk “Halo Sae”, Rabu (20/5/2026).
Peresmian layanan tersebut dilakukan langsung oleh Gus Haris bersama Ra. Fahmi usai upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Probolinggo.
Bupati Probolinggo, Gus Haris, menjelaskan bahwa dipilihnya momentum Harkitnas sebagai hari peluncuran bukan sekadar simbolis. Menurutnya, semangat kebangkitan nasional saat ini harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan pemerintah kepada masyarakat.
“Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai momentum bangkitnya pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan responsif. Melalui Halo Sae, kami ingin memangkas sekat birokrasi agar masyarakat lebih mudah menyampaikan keluhan maupun masukan,” ujarnya dalam sambutan.
Nama “Halo Sae” sendiri diambil dari kata sae yang dalam bahasa Jawa berarti baik atau bagus. Sesuai namanya, platform ini dirancang menjadi ruang aduan terpadu bagi warga untuk melaporkan berbagai persoalan publik.
Mulai dari kerusakan infrastruktur, lambannya pelayanan administrasi, hingga persoalan sosial di lingkungan masyarakat, seluruh laporan nantinya dapat disampaikan melalui satu kanal yang terintegrasi.
Layanan ini juga dibekali sejumlah fitur utama, di antaranya akses yang mudah melalui platform digital, pemantauan proses laporan secara real-time, serta distribusi otomatis ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Namun demikian, Gus Haris menegaskan bahwa keberhasilan sistem tersebut tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan juga komitmen seluruh aparatur sipil negara (ASN) dalam merespons setiap aduan masyarakat.
“Sebagus apa pun sistemnya, tidak akan berarti tanpa tindakan nyata di lapangan. Saya bersama Wakil Bupati akan memantau dashboard analitik Halo Sae setiap minggu. OPD yang lambat merespons akan kami evaluasi,” tegasnya.
Prosesi peluncuran ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Bupati dan Wakil Bupati, dilanjutkan dengan penyerahan rompi bertuliskan Halo Sae serta simulasi penginputan laporan perdana ke dalam sistem.
Melalui inovasi ini, Pemkab Probolinggo berharap masyarakat tidak lagi kebingungan menentukan saluran pengaduan saat menghadapi persoalan publik. Kehadiran Halo Sae juga menjadi bagian dari langkah transformasi digital menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern, bersih, dan melayani.











