Portal DIY

PMI Sleman Kembali Raih Opini WTP 11 Kali Berturut-turut

Portal Indonesia
×

PMI Sleman Kembali Raih Opini WTP 11 Kali Berturut-turut

Sebarkan artikel ini
Ketua PMI Sleman dr.Mafilindiati Nuraini, M.Kes didampingi pengurus lainnya menunjukkan buku audit akuntan publik (Portal Indonesia/Subardi)

SLEMAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman kembali meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan keuangan dan asset. Predikat opini WTP itu sudah didapatkan PMI Sleman sebanyak 11 kali berturut-turut sejak 2015 lalu.

Menurut ketua PMI Sleman dr.Mafilindati Nuraini M.Kes PMI merupakan lembaga sosial dan memiliki tanggung jawab dalam mengelola uang publik. Oleh karena itu, kegiatan audit sangat perlu dilakukan.

“PMI Sleman juga merupakan salah satu organisasi yang tidak pernah mengambil keuntungan dalam setiap kegiatan. Meskipun demikian, hal tersebut bukan menjadi halangan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Pengelolaan uang yang kami lakukan untuk pelayanan publik,” tegas Mafilindati.

Mafilindati menambahkan bahwa ada beberapa sumber dana yang diraih PMI Sleman, diantara dari masyarakat yang dihimpun melalui program Bulan Dana PMI, bantuan pihak lain yang tidak mengikat serta dari berbagai unit kegiatan/usaha yang dikelola PMI. Diantaranya Unit layanan Pengelolaan Darah (UPD) yang dahulu bernama UDD, layanan klinik kesehatan masyarakat serta unit Pendidikan dan pelatihan (Diklat).

Sementara Auditor Akuntan Publik R Gati Reditya Saputra mengatakan, PMI Sleman merupakan organisasi yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan dan bersifat non-profit. Namun karena juga mengelola uang pemerintah dan masyarakat,
maka juga berkewajiban untuk memberikan informasi ke publik khususnya dalam hal pengelolaan keuangan dan aset yang dikelolanya.

Gati mengungkapkan audit pengelolaan keuangan dan aset PMI Sleman tahun 2025 sudah dilakukan dengan seksama. Dalam proses pemeriksaan auditor juga menemukan sejumlah penyimpangan. Tetapi hanya kecil dan tidak beresiko besar pada pengelolaan keuanagan dan aset lembaga PMI Sleman.

“Dalam penilaian, kami menggunakan standar yang digunakan oleh akuntan di Indonesia. Kami hanya menemukan penyimpangan kecil dan tidak menimbulkan suatu resiko, sehingga patut mendapatkan predikat WTP Sehingga patut diapresiasi,” ujar Gati. (Brd).

Baca Juga:
PMI Sleman Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih, Warga Lereng Merapi Mulai Terdampak Kekeringan