Portal Jatim

Diwarnai Atraksi Kesurupan, ‘Jaran Thik’ Guncang Grebeg Tutup Suro Bantarangin Ponorogo

Andre Prisna P
×

Diwarnai Atraksi Kesurupan, ‘Jaran Thik’ Guncang Grebeg Tutup Suro Bantarangin Ponorogo

Sebarkan artikel ini
Pertunjukan 'Jaran Thik' pada Grebeg Tutup Suro Bantarangin

PONOROGO – Puluhan event menarik dalam serangkaian Grebeg Tutup Suro digelar Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Kecamatan Kauman (Kutho Kulon).

Salah satunya, penampilan kesenian ‘jaran thik’ yang menghibur ribuan pasang mata masyarakat. Bertempat di Monumen Bantarangin, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Minggu (12/7/2026) sore.

Pertunjukan ini menampilkan tarian prajurit berkuda yang diiringi musik gamelan, diwarnai aksi pembarong, pecut hingga atraksi kesurupan.

Pun, kesenian ini merupakan implementasi dan erat kaitannya dengan sejarah perjalanan Prabu Klono Sewandono untuk meminang Dewi Songgo Langit.

“Serangkaian agenda ini (Grebeg Tutup Suro Bantarangin) selalu dinanti masyarakat, khususnya warga eks PB Sumoroto,” ujar Camat Kauman, Toni Kristiawan kepada wartawan.

Pihaknya menambahkan, agenda tahunan Grebeg Tutup Suro Bantarangin sarat dengan nilai budaya dan spiritual bagi masyarakat Ponorogo.

“Kegiatan Grebeg Tutup Suro Bantarangin tahun ini nantinya berlangsung selama lima hari,” imbuhnya.

Adapun serangkaiannya diawali dengan Sima’an Al-Qur’an, Ziarah Makam, Kesenian Jaran Thik, Ritual Malam, Kethoprak Ngesti Budaya, Reog Gogor Rajekwesi, Bedol Pusaka, Buceng Porak, Ludruk Putra Budaya, Seni Gajah-Gajah’an, dan ditutup dengan Kirab Budaya dan Pameran Pusaka.

“Panggung di Monumen Bantarangin tidak pernah sepi penonton selama beragam pertunjukan kesenian dihelat. Grebeg Tutup Suro menjadi bentuk pelestarian budaya dengan kerja sama yang kuat antar elemen masyarakat,” pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Solidaritas Ojol Ponorogo: Kompak di Jalan, Rukun Pas Lebaran