Portal Jatim

Lapas Kelas IIA Sidoarjo Gelar Pelatihan TBC, Perkuat Kompetensi Tenaga Kesehatan Dukung Eliminasi Tuberkulosis

Redaksi
×

Lapas Kelas IIA Sidoarjo Gelar Pelatihan TBC, Perkuat Kompetensi Tenaga Kesehatan Dukung Eliminasi Tuberkulosis

Sebarkan artikel ini

 

SIDOARJO | Portal-Indonesia.net – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo menjadi lokasi pelaksanaan In-House Training (IHT) dan On the Job Training (OJT) Program Tuberkulosis (TBC) sebagai langkah memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Senin (20/7/2026), melibatkan berbagai pemangku kepentingan di sektor kesehatan guna memperkuat sinergi dalam mendukung target eliminasi Tuberkulosis di Indonesia.

Pelatihan diikuti perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, RSUD Sidoarjo Barat, sejumlah puskesmas di Kabupaten Sidoarjo, DPM Sidoarjo, serta 10 petugas kesehatan dari Lapas Kelas IIA Sidoarjo.

Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang kesehatan, khususnya dalam pelaksanaan Program Tuberkulosis. Selain itu, kegiatan juga difokuskan pada penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor agar penanganan TBC, mulai dari pencegahan, deteksi dini, pengobatan hingga pelaporan kasus, dapat berjalan lebih efektif.

Materi pertama disampaikan narasumber dari Klinik Bintang Sidoarjo yang mengulas pembaruan kebijakan Program Tuberkulosis, analisis situasi TBC di Kabupaten Sidoarjo, penguatan jejaring layanan melalui pendekatan District-Based Public Private Mix (DPPM), hingga strategi percepatan penemuan kasus, peningkatan keberhasilan pengobatan, dan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

Selanjutnya, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur memaparkan materi mengenai pencatatan dan pelaporan Program Tuberkulosis melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya kelengkapan, ketepatan, dan akurasi data sebagai dasar evaluasi sekaligus penyusunan kebijakan kesehatan.

Pada sesi berikutnya, dr. Sakina, Sp.P., menjelaskan proses penemuan kasus, diagnosis, tata laksana Tuberkulosis, pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), faktor penyebab kegagalan maupun putus berobat, serta pentingnya deteksi dini untuk memutus rantai penularan penyakit.

Baca Juga:
Cek Jagung Siap Panen di Balongbendo, Polisi Dukung Target Swasembada Pangan 2026

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertukar pengalaman dan memperdalam pemahaman terkait implementasi Program Tuberkulosis di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk di lingkungan pemasyarakatan yang memiliki tantangan tersendiri dalam pengendalian penyakit menular.

Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antarinstansi demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warga binaan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap kapasitas tenaga kesehatan semakin meningkat sehingga upaya pencegahan, deteksi, pengobatan, hingga pelaporan kasus Tuberkulosis dapat berjalan lebih optimal. Sinergi yang terjalin antara Lapas dan seluruh pemangku kepentingan kesehatan juga menjadi modal penting dalam mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis di Indonesia,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut diharapkan kompetensi tenaga kesehatan terus meningkat, kualitas pencatatan dan pelaporan Program Tuberkulosis semakin baik, serta koordinasi lintas sektor semakin kuat guna mendukung target eliminasi Tuberkulosis, termasuk di lingkungan lembaga pemasyarakatan.