MAMUJU — Ismuliadi membantah keras tuduhan yang menyebut dirinya melakukan pemerasan terhadap pihak Honda Balindo Mamuju senilai Rp12 juta serta mengancam akan menggelar aksi demonstrasi.
Ia menyebut tudingan tersebut tidak berdasar dan menilai pemberitaan yang beredar telah merugikan nama baiknya.
“Saya tidak pernah melakukan pemerasan sepeser pun, tidak pernah mengancam, bahkan tidak pernah membuka ruang komunikasi dengan pihak Honda Balindo Mamuju,” tegas Ismuliadi.
Menurut Ismuliadi, tuduhan tersebut semakin tidak masuk akal karena dirinya mengaku tidak pernah berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui jalur formal dan informal, dengan pihak Honda Balindo Mamuju.
Ia menduga narasi yang beredar sengaja dibangun untuk menggiring opini publik dan mencemarkan reputasinya.
“Ini adalah pembunuhan karakter yang sangat jahat. Saya tegaskan, tuduhan tersebut tidak benar,” ujarnya.
Ismuliadi menyatakan tidak akan membiarkan persoalan tersebut berlalu begitu saja. Ia mengaku tengah mengumpulkan sejumlah bukti terkait pemberitaan dan unggahan di media sosial yang dinilai mencemarkan nama baiknya.
Bukti tersebut, kata dia, akan menjadi bahan untuk menentukan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas penyebaran tuduhan tersebut.
“Saya tidak akan tinggal diam. Siapa pun yang menyebarkan tuduhan yang tidak benar dan merugikan nama baik saya, akan saya pertimbangkan untuk ditempuh melalui jalur hukum,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, setiap pihak harus bertanggung jawab atas informasi yang disampaikan kepada publik.
Ismuliadi menegaskan, dirinya siap memberikan keterangan dan bukti kepada aparat penegak hukum apabila perkara tersebut dilaporkan atau diproses secara hukum.











