YOGYAKARTA — Gembira Loka Zoo (GL Zoo) Yogyakarta mendapat momentum penting setelah diterima menjadi anggota World Association of Zoos and Aquariums (WAZA). Keanggotaan tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar sekaligus mendorong Gembira Loka untuk semakin meningkatkan standar pengelolaan, terutama dalam aspek kesejahteraan satwa.
Direktur Utama Gembira Loka Zoo, KMT A. Tirtodiprojo (Joko) mengatakan keanggotaan WAZA menjadi hadiah besar bagi Gembira Loka. Selain itu, Gembira Loka juga diwacanakan menjadi tuan rumah pertemuan asosiasi kebun binatang se-Asia Tenggara pada November 2027.
“Untuk itu sekarang ini Gembira Loka harus menata diri semakin lebih bagus, terutama menjadikan kesejahteraan satwa menjadi prioritas kita,” ujar Joko, Selasa (18/8/2026).
Menurut dia, kesejahteraan satwa menjadi isu utama dalam pengelolaan lembaga konservasi di dunia. Karena itu, peningkatan kesejahteraan satwa harus berjalan seiring dengan kesejahteraan sumber daya manusia yang mengelolanya.
“Kesejahteraan satwa itu lahir dari manusia yang sudah sejahtera dulu. Untuk itu Gembira Loka wajib melaksanakan hal-hal tersebut. Seperti yang kita buat, karyawannya sejahtera, satwanya harus sejahtera,” katanya.
Joko menambahkan, rencana menjadi tuan rumah pertemuan asosiasi kebun binatang Asia pada November 2027 membutuhkan persiapan matang. Persiapan dilakukan mulai dari sumber daya manusia, lingkungan, hingga pemenuhan berbagai standar pengelolaan kebun binatang.
Dia menyebut pertemuan tersebut berpotensi dihadiri perwakilan sekitar 30 negara. Peserta tidak hanya berasal dari kawasan Asia Tenggara, tetapi juga Asia Selatan, Asia Timur, hingga negara-negara lain di kawasan Asia.
“Di Asia Tenggara saja sudah sekitar 12 negara. Kemudian ada India, Korea Selatan, Taiwan, China dan lainnya. Kalau negaranya sekitar 30,” ujarnya.
Menurutnya, Gembira Loka saat ini terus berbenah untuk memenuhi standar internasional, khususnya terkait kesejahteraan satwa.
Dia mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan. Namun, Gembira Loka telah bergerak menuju pemenuhan standar tersebut. Sehingga persiapan menjadi tuan rumah diharapkan dapat dilakukan lebih ringan.
“Memang belum sepenuhnya memenuhi standar yang disandarkan, setidaknya kita sudah menuju ke situ. Jadi lebih ringan langkah kita untuk mempersiapkan,” katanya.
Dia menegaskan, diterimanya Gembira Loka sebagai anggota WAZA juga membawa konsekuensi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan. Standar kesejahteraan satwa menjadi salah satu perhatian utama dalam proses tersebut.
“Kalau dulu anggota itu agak lebih dipermudah, sekarang lebih menilai standar kesejahteraan satwa,” pungkas Joko (bams)











