KOTA MALANG – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dikeluhkan sejumlah konsumen di Kota Malang. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung hampir sepekan dan menyulitkan masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan penghasilan dari pekerjaan yang membutuhkan BBM.
Berdasarkan pantauan Portal-Indonesia.net pada Senin (12/10/2026), antrean kendaraan terlihat di salah satu SPBU di Jalan Trunojoyo Nomor 1, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kendaraan yang didominasi sepeda motor tampak mengantre cukup panjang untuk mengisi Pertalite.
Solihin, seorang pengemudi ojek online (ojol), mengatakan antrean panjang tersebut terjadi hampir setiap hari selama sepekan terakhir. Ia mengaku harus menyediakan waktu lebih lama untuk mengisi BBM sebelum kembali menerima pesanan.
“Ti ap hari ya begini ini, Mas. Kalau mau mengisi BBM Pertalite harus antre cukup panjang dan membutuhkan waktu lama,” ujar Solihin.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menyita waktu, tetapi juga berpotensi mengganggu pekerjaannya sebagai pengemudi ojol. Ia khawatir antrean panjang membuatnya terlambat mengantarkan pesanan pelanggan.
“Belum lagi kalau dapat orderan makanan saat BBM motor menipis, bisa-bisa dibatalkan oleh yang pesan. Pastinya kerugian bagi saya. Yang lebih saya takutkan, kalau yang pesan memberikan rating satu, aplikasi ojol saya bisa di-suspend dan otomatis saya tidak bisa kerja lagi,” ungkapnya dengan nada khawatir.
Keluhan serupa disampaikan Hendri, seorang sopir angkutan kota (angkot). Ia menilai sulitnya mendapatkan Pertalite menambah beban para sopir angkot yang saat ini menghadapi kondisi penumpang relatif sepi.
“Mas tahu kan, angkot di Kota Malang ini sepi penumpang. Lah, sekarang malah ditambah mencari BBM bersubsidi sulit, ke SPBU pun juga harus antre lama,” keluh Hendri.
Ia berharap pihak terkait segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan tersebut. Menurutnya, ketersediaan Pertalite perlu dijaga agar masyarakat yang mengandalkan BBM bersubsidi untuk bekerja tidak terus dibayangi kekhawatiran kesulitan mengisi bahan bakar.
Sementara itu, Manager Area Communication, Relation, dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan pihaknya akan meningkatkan pengiriman pasokan BBM bersubsidi ke Kota Malang.
“Saat ini kami meningkatkan pola pengiriman jadi tiga kali sehari dan untuk weekend pengiriman sampai empat kali. Hal tersebut untuk menjaga pasokan dan ketersediaan BBM,” kata Rahedi.
Ia juga memastikan Pertamina terus memantau ketersediaan BBM di seluruh SPBU. Selain itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan bahan bakar secara bijak.
Meski demikian, konsumen berharap peningkatan distribusi tersebut dapat segera berdampak pada berkurangnya antrean di lapangan, sehingga aktivitas masyarakat, khususnya pengemudi ojol dan sopir angkot, tidak terus terganggu.
(Junaedi)











