Portal Jatim

Hari Santri Nasional 2026, Ketua DPRD Pasuruan Ajak Santri Hidupkan Spirit Resolusi Jihad

Redaksi
×

Hari Santri Nasional 2026, Ketua DPRD Pasuruan Ajak Santri Hidupkan Spirit Resolusi Jihad

Sebarkan artikel ini

PASURUAN – Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, S.Ag., M.Pd.I., mengajak para santri dan generasi muda untuk menghidupkan semangat Resolusi Jihad melalui kontribusi nyata dalam pembangunan daerah. Menurutnya, perjuangan santri di era modern harus diwujudkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, kepedulian sosial, dan penguatan kemandirian ekonomi.

Ajakan tersebut disampaikan Samsul dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 melalui kegiatan jalan sehat di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Selasa (20/10/2026) pagi.

Ia menegaskan, semangat perjuangan yang diwariskan para ulama dan santri terdahulu tetap relevan untuk menghadapi tantangan zaman. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan, kini santri dituntut berperan aktif mengatasi kebodohan, menjawab tantangan ekonomi, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Spirit Resolusi Jihad yang diwariskan para ulama pendahulu kita harus terus hidup. Di era modern ini, spirit tersebut diwujudkan melalui kebersamaan, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasuruan,” ujar Samsul Hidayat saat dihubungi, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, Hari Santri Nasional tidak semestinya hanya menjadi agenda seremonial. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat peran santri dan pesantren dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat sekaligus mempersiapkan generasi yang berilmu, berintegritas, dan mandiri.

Samsul juga menekankan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian santri dan lembaga pesantren.

Pertama, penguatan integritas yang diimbangi dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Santri diharapkan tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga memiliki kompetensi yang mampu menunjang daya saing di tingkat nasional maupun global.

Kedua, menjaga kerukunan dan kondusivitas daerah. Dengan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan yang dimiliki, santri diharapkan menjadi perekat persatuan serta berperan menjaga moralitas masyarakat di tengah keberagaman Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga:
DPRD Kabupaten Pasuruan Sahkan Raperda PT PLJ, Samsul Hidayat Ungkap Tujuannya

Ketiga, mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Pengembangan kewirausahaan dan ekonomi kreatif berbasis pesantren dinilai penting agar lembaga pendidikan keagamaan tersebut semakin berdaya dan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

DPRD Dorong Penguatan Pendidikan dan Ekonomi Pesantren

Lebih lanjut, Samsul berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, ulama, dan kalangan pesantren dalam membangun Kabupaten Pasuruan.

“Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai daerah yang kaya akan tradisi pesantren dan basis santri yang kuat. Kami di DPRD berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan serta program keberpihakan terhadap pengembangan kualitas pendidikan keagamaan dan kesejahteraan pesantren,” pungkasnya.

Sementara itu, peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Desa Bulusari berlangsung meriah dengan beragam kegiatan. Agenda tersebut meliputi doa bersama, jalan sehat, pembagian ratusan doorprize dan puluhan hadiah undian, serta pertunjukan seni budaya santri.

Rangkaian kegiatan itu diikuti ribuan peserta yang terdiri atas warga dan santri dari wilayah setempat. Antusiasme peserta turut mewarnai peringatan yang tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga sarana memperkuat nilai keagamaan dan semangat kebangsaan.