Portal Jatim

Operasi Sikat Semeru 2026: Polres Ponorogo Bongkar Belasan Kasus Curas dan Curanmor

Andre Prisna P
×

Operasi Sikat Semeru 2026: Polres Ponorogo Bongkar Belasan Kasus Curas dan Curanmor

Sebarkan artikel ini
Kapolres Ponorogo, AKBP Damus Asa saat memberikan keterangan kepada awak media

PONOROGO – Sejumlah kasus berhasil diungkap oleh aparat kepolisian Polres Ponorogo dalam Operasi Sikat Semeru tahun 2026.

Operasi yang dilakukan selama kurang lebih dua pekan ini (10 Oktober – 21 Oktober 2026), befokus pada penindakan kriminalitas kasus curas, curanmor dan premanisme.

“Operasi Sikat Semeru ini bertujuan untuk menekan dan memberantas kejahatan,” ujar Kapolres Ponorogo, AKBP Damus Asa kepada wartawan, Kamis (22/10/2026).

Pihaknya mengatakan, adapun total kasus yang terungkap sebanyak 11 kasus. Dengan jumlah tersangka 14 orang. Target Operasi (TO) 16 kasus dengan rincian target orang sebanyak 8 orang dan non-target (orang) sebanyak 6 orang.

“Dari total kasus yang diungkap, rincian perkara meliputi 2 kasus yakni curas dan 12 kasus curanmor,” imbuhnya.

Kapolres Ponorogo, AKBP Damus Asa juga memaparkan beberapa modus operandi menonjol dari kasus-kasus yang berhasil dibongkar. Antara lain kasus pencurian gabah (Curas). Terdapat 2 tempat kejadian perkara (TKP). Salah satu modus yang digunakan pelaku adalah tiga orang tersangka menyamar sebagai orang dalam. Mereka mengenakan sarung dan atribut layaknya orang dalam untuk mengelabui dan menjaga situasi, sementara dua rekannya membantu mengangkut gabah ke kendaraan yang telah disiapkan. Kerugian dalam kasus pencurian gabah ini ditaksir mencapai Rp137 juta.

“Serta ada pencurian di wilayah Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Dua tersangka diamankan dalam aksinya pembobolan rumah bagian belakang milik korban. Pelaku mengacak-acak barang di dalam rumah dan berhasil membawa kabur perhiasan emas seberat 209,72 gram serta uang tunai sebesar Rp1 juta rupiah,” ungkapnya.

Curanmor mendominasi pengungkapan (kasus) dengan total 12 kasus. Para pelaku menjalankan berbagai modus operandi, mulai dari mengincar kendaraan yang terparkir saat kunci tertinggal, memanfaatkan situasi kondisi TKP yang sepi, hingga merusak kunci kontak kendaraan menggunakan alat khusus.

Baca Juga:
Kyai di Ponorogo Diduga Cabuli Belasan Santri, Korban Semuanya Laki-Laki

“Kita terus berkomitmen memberantas tindak kriminalitas dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Ponorogo,” pungkasnya. (*)