SEMARANG – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Jawa Tengah menggelar rangkaian Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (RAD-PGBPSDL) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026–2029.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Semarang ini melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) lintas sektor di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan mencakup empat agenda utama, yaitu analisis situasi pangan dan gizi, penetapan daftar prioritas strategi dan aksi, penyusunan rencana aksi, serta pembahasan rancangan sekaligus penetapan Rencana Aksi RAD-PGBPSDL Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026–2029.
Penyusunan dokumen ini didampingi oleh tim tenaga ahli dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang terdiri atas Budi Dharmawan, S.P., M.Si., Ph.D., Dr. Irene Kartika Eka Wijayanti, S.P., M.P., Ratna Satriani, S.P., M.Sc., dan Kunandar Prasetyo, S.P., M.Si. Kegiatan ini juga dihadiri oleh David Colozza, Ph.D., Nutrition Specialist UNICEF Indonesia.
Kegiatan dibuka oleh Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah, Yusmanto, S.Pi., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa RAD-PGBPSDL merupakan bentuk dokumen perencanaan pembangunan yang sangat diperlukan oleh pemerintah daerah.
“Fenomena perubahan iklim yang kita rasakan saat ini sangat berdampak pada ketahanan pangan dan juga status gizi masyarakat, terlebih krisis energi juga ikut menjadi penyebab,” ujar Yusmanto.
Ia menambahkan bahwa penguatan pangan lokal menjadi salah satu penajaman yang perlu dikuatkan dalam dokumen tersebut, mengingat potensi pangan lokal Jawa Tengah yang sangat beragam.
Rangkaian FGD ditutup oleh Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah, Dr. Erna Widijastuti, S.TP., M.Agribus. Ia menekankan bahwa dokumen RAD-PGBPSDL merupakan bukti komitmen bersama lintas OPD di Jawa Tengah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat.
Melalui rangkaian FGD ini, dokumen RAD-PGBPSDL Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026–2029 diharapkan dapat menjadi acuan operasional bagi setiap OPD dalam merencanakan dan melaksanakan program pangan dan gizi yang berbasis pada potensi sumber daya lokal daerah. (Sugi)











