Portal Jatim

Balita Penderita Atresia Bilier di Probolinggo Butuh Uluran Tangan untuk Transplantasi Hati

Redaksi
×

Balita Penderita Atresia Bilier di Probolinggo Butuh Uluran Tangan untuk Transplantasi Hati

Sebarkan artikel ini
Nada Putri Masruri, balita asal Probolinggo yang berjuang melawan atresia bilier dan membutuhkan bantuan biaya transplantasi hati.

PROBOLINGGO — Di sebuah rumah sederhana di Dusun Krajan 1, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, seorang balita perempuan tengah berjuang melawan penyakit langka yang mengancam nyawanya. Ia adalah Nada Putri Masruri, yang di usia tiga tahun harus menghadapi kondisi medis berat akibat atresia bilier.

Penyakit tersebut membuat kondisi kesehatan Nada terus menurun dari waktu ke waktu. Hari-harinya kini dipenuhi dengan berbagai keluhan serius, mulai dari infeksi berulang, demam tinggi, hingga gejala klinis yang semakin berat.

Perutnya membesar akibat penumpukan cairan (asites), kulitnya menggelap, disertai rasa gatal hebat, bahkan hingga mengalami muntah darah. Kondisi ini juga berdampak pada perkembangan fisiknya, di mana hingga saat ini Nada belum mampu berjalan secara mandiri.

“Dia sebenarnya anak yang kuat. Kalau mau tindakan medis, dia seperti mengerti. Tetap menangis, tapi tidak pernah mempersulit,” ungkap ibunya, Siti Aisyah, dengan penuh ketabahan.

Menurut keterangan keluarga, satu-satunya harapan untuk menyelamatkan nyawa Nada adalah melalui tindakan transplantasi hati. Namun, prosedur tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar, mencapai ratusan juta rupiah—angka yang jauh di luar kemampuan ekonomi keluarga.

Ayah Nada, M. As’ad, bekerja sebagai tenaga honorer dengan penghasilan sekitar Rp1 juta per bulan. Sementara itu, ibunya yang berprofesi sebagai guru taman kanak-kanak hanya menerima upah sekitar Rp300 ribu per bulan.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk membiayai pengobatan, mulai dari menjual perhiasan hingga mencari pinjaman. Namun, seluruh tabungan telah habis untuk kebutuhan kontrol rutin ke Surabaya serta pembelian susu medis khusus yang harganya tidak murah.

Kini, keluarga hanya bisa berharap pada kepedulian dan uluran tangan masyarakat. Mereka berharap, keajaiban datang melalui bantuan yang dapat membuka jalan bagi kesembuhan sang buah hati.

Baca Juga:
Warga Berencana Iuran Perbaiki Jembatan Rusak, Pemkab Probolinggo Disorot

“Setiap hari adalah upaya menunda kemungkinan terburuk. Kami hanya ingin Nada punya kesempatan untuk sembuh,” tutur Siti Aisyah lirih.

Bagi masyarakat yang tergerak untuk membantu, donasi dan doa menjadi harapan besar bagi keluarga kecil ini. Setiap bantuan yang diberikan akan menjadi langkah berarti dalam perjuangan Nada melawan penyakitnya.