Portal DIY

Bidik Status “City of Museum”, DPRD DIY Godok Raperda di Ullen Sentalu

Portal Indonesia
×

Bidik Status “City of Museum”, DPRD DIY Godok Raperda di Ullen Sentalu

Sebarkan artikel ini

 

​SLEMAN – Komisi D DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah memacu penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Museum guna memperkuat posisi Yogyakarta sebagai City of Museum. Langkah ini diawali dengan kunjungan langsung ke Museum Ullen Sentalu, Pakem, Sleman, Kamis (9/4/2026), untuk membedah tantangan pengelolaan museum swasta di tengah minimnya kolaborasi antar-instansi pemerintah.

​Ketua Komisi D DPRD DIY, RB. Dwi Wahyu B., menyatakan keprihatinannya terhadap sekat-sekat birokrasi yang membuat peran museum sebagai ruang edukasi belum optimal.

​“Keprihatinan kami adalah belum adanya kolaborasi masif antara Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Pariwisata. Padahal, museum bukan sekadar gudang benda kuno, melainkan ruang belajar strategis bagi generasi muda untuk memahami arah hidup melalui sejarah,” tegas Dwi Wahyu.

Dorong Museum Swasta Naik Kelas

Senada, Wakil Ketua Komisi D, Anton Prabu Semendawai menekankan  Raperda ini nantinya akan menjadi payung hukum yang merangkul museum pemerintah maupun swasta. Ia ingin destinasi wisata DIY tidak lagi hanya terpaku pada “pemain lama” seperti Keraton dan candi-candi besar.

​”Kita ingin museum dan potensi budaya lainnya punya daya tarik yang setara. Melalui kebijakan yang tepat, museum harus mampu berkembang secara berkelanjutan sebagai bagian dari industri pariwisata sekaligus institusi pendidikan,” jelas Anton.

​Konsep Living Heritage

Kepala Museum Ullen Sentalu, KRHT Daniel Haryodiningratmenyambut baik inisiatif legislatif tersebut. Ia memaparkan bagaimana Ullen Sentalu menghidupkan nilai budaya melalui program living heritage, namun tetap membutuhkan dukungan kebijakan dalam hal promosi dan pengelolaan koleksi.

​”Kami berharap kerja sama ini konkret dan berkelanjutan, sehingga posisi Yogyakarta semakin kuat sebagai kota budaya sekaligus kota pariwisata yang berdaya saing tinggi,” ungkap Daniel.

​Dalam kunjungan ini, Komisi D juga menggali berbagai isu krusial mulai dari mekanisme pendanaan, kurasi koleksi, hingga pemanfaatan ruang publikasi. Hasil pemantauan di Ullen Sentalu ini dipastikan akan menjadi poin penting dalam poin-poin Raperda Museum yang tengah digodok, agar mampu menjawab tantangan pelestarian budaya di masa depan (bams)

Baca Juga:
Antisipasi 1,7 Juta Wisatawan, Komisi A DPRD DIY Minta UMKM Tak 'Nuthuk' Harga