PURBALINGGA — Suasana hangat acara halalbihalal keluarga di Dusun Trajumaya, Desa Pasunggingan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, berubah menjadi duka setelah seorang bocah berusia 4 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat terjatuh ke dalam sumur, Sabtu (21/3/2026).
Korban berinisial UM, warga Desa Panusupan, Kabupaten Banjarnegara, terperosok ke sumur sedalam sekitar 11 meter saat tengah bermain di sekitar lokasi acara.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, korban sedang bermain bersama kakaknya di pekarangan rumah kerabatnya, tidak jauh dari lokasi keluarga berkumpul.
Diduga, korban menginjak penutup sumur yang terbuat dari asbes yang sudah dalam kondisi rapuh. Penutup tersebut tidak mampu menahan beban tubuh korban hingga akhirnya pecah, menyebabkan korban terjatuh ke dalam sumur.
Warga yang mengetahui kejadian itu segera melaporkan ke petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga.
Tim gabungan dari BPBD dan Basarnas Unit Siaga SAR (USS) Banyumas kemudian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi.
Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga, Revon Hapinindriat, mengatakan proses evakuasi mengalami kendala karena kondisi sumur yang dalam dan sempit.
“Proses evakuasi cukup sulit karena kedalaman sumur mencapai 11 meter dengan ruang gerak yang terbatas,” ujarnya.
Setelah upaya selama hampir dua jam, korban akhirnya berhasil diangkat dari dalam sumur sekitar pukul 15.50 WIB. Namun, saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Banjarnegara.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama fasilitas seperti sumur yang berpotensi membahayakan, terlebih jika berada di area yang mudah diakses anak-anak. (dar/trs)











