SIDOARJO – Bupati Sidoarjo Subandi memastikan seluruh santri dan santriwati Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), telah mendapatkan penanganan medis.
Hal tersebut disampaikan Subandi saat meninjau langsung kondisi para santri yang menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro dan RSI Siti Hajar, Rabu (2/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sidoarjo didampingi Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, serta Pengasuh Ponpes Manbaul Hikam KH A. Wachid Harun.
Subandi mengatakan, pemerintah daerah bersama jajaran terkait bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai sejumlah santri yang mengalami keluhan kesehatan. Penanganan medis, kata dia, menjadi prioritas agar setiap santri mendapatkan pertolongan sesuai dengan kondisi masing-masing.
Ia juga meminta para orang tua untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Hal itu terutama terkait kabar yang menyebut adanya santri yang meninggal dunia.
“Alhamdulillah semua sudah tertangani medis di sejumlah rumah sakit dan puskesmas terdekat. Jadi tidak ada korban jiwa. Kalau ada yang menginformasikan meninggal, itu hoaks. Semua santri tinggal pemulihan. Semoga semua segera sehat kembali,” ujar Subandi.
Bupati menegaskan Pemkab Sidoarjo akan terus memantau perkembangan kondisi para santri hingga seluruhnya dinyatakan pulih. Koordinasi dengan rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang menangani para santri juga terus dilakukan.
Selain memastikan kondisi para santri, Pemkab Sidoarjo akan mengevaluasi penyediaan makanan yang didistribusikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Tanggulangin.
Subandi mengatakan, pemerintah daerah berencana melakukan pengecekan langsung ke lokasi SPPG untuk melihat proses penyediaan dan distribusi makanan MBG yang dikonsumsi para santri.
“Besok kita akan cek ke lokasi SPPG yang ada di Tanggulangin, kenapa sampai terjadi seperti ini. Tugas kita sebagai kepala daerah adalah pengawasan,” tegasnya.
Menurut Subandi, evaluasi tersebut diperlukan untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.
Pemerintah daerah, lanjutnya, memiliki tanggung jawab untuk memastikan program yang berkaitan dengan kebutuhan dan kesehatan masyarakat berjalan sesuai ketentuan.
Hasil pemeriksaan dan evaluasi di SPPG nantinya akan menjadi bahan bagi Pemkab Sidoarjo untuk menentukan langkah penanganan serta perbaikan yang diperlukan.
Sementara itu, kondisi para santri yang menjalani perawatan masih terus dipantau oleh tenaga medis. Penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para santri masih dalam proses pemeriksaan pihak terkait.











