Portal Jatim

Dandim 0402/OKI Hadiri Peninjauan Produksi Munisi PT Multipar, Kapasitas Capai 50 Juta Butir per Tahun

Redaksi
×

Dandim 0402/OKI Hadiri Peninjauan Produksi Munisi PT Multipar, Kapasitas Capai 50 Juta Butir per Tahun

Sebarkan artikel ini

OGAN KOMERING ILIR – Upaya memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional menjadi perhatian dalam kunjungan kerja Kepala Pusat Teknologi Wahana Darat Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI R. Herdianto Nuringtyas, S.Sos., M.I.P., ke Pabrik Munisi PT Multipar Pertahanan Indonesia di Desa Bumi Arjo Makmur, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis (15/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H., turut hadir bersama jajaran Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, dan pihak perusahaan untuk meninjau proses produksi munisi kaliber 5,56 x 45 mm.

Kunjungan yang dimulai pukul 10.30 WIB itu dilaksanakan dalam rangka evaluasi kesesuaian proses produksi (conformity), sekaligus meninjau kemampuan industri dalam negeri dalam mendukung kebutuhan pertahanan nasional.

Direktur PT Multipar Pertahanan Indonesia, Dyah Paramita Inggita, menyampaikan komitmen perusahaan untuk mendukung pertahanan Republik Indonesia, terutama melalui penyediaan logistik munisi.

Menurutnya, sinergi dengan Kementerian Pertahanan diperlukan untuk mendukung program pemerintah dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara itu, Brigjen TNI R. Herdianto Nuringtyas menekankan pentingnya pengembangan produksi munisi di dalam negeri. Langkah tersebut dinilai strategis untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk luar negeri.

Pada pukul 12.00 WIB, rombongan meninjau langsung proses produksi munisi kaliber 5,56 x 45 mm di fasilitas PT Multipar Pertahanan Indonesia.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan mendapatkan penjelasan mengenai proses produksi serta kemampuan perusahaan yang dilaporkan dapat mencapai 50 juta butir munisi per tahun.

Agenda berlanjut pada pukul 13.50 WIB dengan peninjauan lapangan tembak dan kompleks perusahaan. Pada pukul 14.17 WIB, Brigjen TNI R. Herdianto Nuringtyas menandatangani kesan dan pesan sebelum seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 14.30 WIB dalam keadaan aman dan lancar.

Baca Juga:
Diduga Langgar AD/ART dan UU Koperasi, KUD Serba Usaha Desa Gading Raja Tiga Tahun Tak Gelar RAT

Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya perwakilan Badan Logistik Kementerian Pertahanan Kolonel CPL Lili Wahyu Sugiarto, Ketua Tim Uji Kelayakan Kemhan Kolonel CPL Muchamad Andi Barata, Tim Potensi Pertahanan Kemhan Kolonel CPL Dony Manggara, perwakilan Mabes TNI Kolonel Inf Arie, Wakil Ketua Tim Pengawas Mabes TNI Kolonel Saiful, Kasi Renbek Bagbek Puspalad Mayor CPL (K) Yayuk Rahayu, serta Danramil 402-10/Kayuagung Kapten Inf Jhoni Ilham.

Dandim 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono menyatakan, peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung penguatan industri pertahanan nasional, khususnya dalam memenuhi kebutuhan munisi bagi TNI.

“Dengan adanya peninjauan langsung terhadap proses produksi munisi ini, diharapkan industri pertahanan dalam negeri semakin berkembang dan mampu memenuhi kebutuhan pertahanan nasional secara mandiri. Hal ini menjadi bagian penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri sekaligus memperkuat kesiapan pertahanan negara dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Gunawan.

Ia menambahkan, koordinasi antara TNI, Kementerian Pertahanan, dan perusahaan industri pertahanan perlu terus diperkuat agar pembangunan sistem pertahanan nasional berjalan secara berkelanjutan.

Gunawan juga berharap keberadaan PT Multipar Pertahanan Indonesia di Kabupaten OKI dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan industri strategis nasional serta mendukung kepentingan pertahanan dan keamanan negara.

Melalui kunjungan ini, evaluasi proses produksi diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas dan kemampuan industri pertahanan dalam negeri. Kemandirian tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam memperkuat kesiapan pertahanan Indonesia.