PURWOREJO – Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tepus Kulon, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, dihentikan sementara selama sepekan.
Kebijakan ini diambil menyusul temuan roti bronis berjamur dalam paket makanan yang sempat diterima siswa, serta hasil inspeksi mendadak (sidak) oleh Wakil Bupati Purworejo.
Informasi penghentian sementara tersebut beredar melalui pesan WhatsApp yang ditujukan kepada pihak sekolah. Dalam pesan itu disebutkan bahwa dapur SPPG Tepus Kulon untuk sementara tidak beroperasi atas permintaan dari pemerintah pusat.
“Untuk minggu ini dari SPPG Tepus Kulon belum bisa mendistribusikan MBG. Karena ini permintaan dari pusat, untuk sementara tidak beroperasi. Mohon doanya semoga minggu depan sudah bisa mulai beroperasi kembali,” demikian isi pesan yang beredar.
Penghentian ini memicu perhatian masyarakat. Pasalnya, keputusan tersebut muncul tak lama setelah mencuatnya dugaan kelalaian dalam pengolahan makanan, yang ditandai dengan ditemukannya produk tidak layak konsumsi oleh siswa.
Sebelumnya, Wakil Bupati Purworejo melakukan sidak ke dapur penyedia MBG di wilayah tersebut. Dari hasil peninjauan, ditemukan sejumlah persoalan, mulai dari aspek kebersihan, standar operasional dapur, hingga pengawasan kualitas makanan.
Temuan itu memperkuat kekhawatiran masyarakat terkait keamanan konsumsi dalam program MBG yang ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekolah.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, koordinator dapur MBG wilayah Purworejo belum memberikan keterangan resmi. Kondisi ini menambah tanda tanya publik terkait pengelolaan dan evaluasi program di lapangan.
Pemerintah diharapkan segera melakukan pembenahan agar distribusi MBG dapat kembali berjalan dengan memperhatikan standar keamanan dan kelayakan konsumsi. (FZI)











