Portal Jatim

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Kapolresta Malang Kota Ajak Masyarakat Rawat Kebersamaan

Redaksi
×

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Kapolresta Malang Kota Ajak Masyarakat Rawat Kebersamaan

Sebarkan artikel ini

KOTA MALANG – Empat tahun setelah Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022, duka dan kepedulian terhadap para korban masih terus dirawat melalui doa bersama dan kegiatan sosial. Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya kebersamaan serta perhatian terhadap keluarga korban.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo Pambudi menghadiri peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan yang digelar komunitas Aremania Curvasud, Kamis (1/10/2026) malam.

Kegiatan berlangsung di depan Basecamp Curvasud, Jalan Patimura, Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Acara yang digelar mulai pukul 19.30 hingga 21.45 WIB itu dihadiri sekitar seratus orang dari unsur pemerintah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, komunitas Aremania, dan warga.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo Pambudi, Dandim 0833/Kota Malang Letkol Inf. Dedy Azis, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Malang dan Polresta Malang Kota.

Rangkaian acara diawali dengan selawat, pembacaan Surah Yasin dan tahlil, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan, tausiyah Gus Hisa Al-Ayyubi, doa bersama, dan santunan anak yatim piatu.

Di hadapan wartawan, Kombes Pol. Danang mengatakan peringatan tersebut menjadi momentum untuk mendoakan para korban sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Mari kita doakan para almarhum dan almarhumah. Semoga amal ibadahnya diterima, dosa-dosanya diampuni, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” ujar Danang.

Ia menegaskan, kepedulian terhadap sesama tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan peringatan semata. Menurutnya, semangat tersebut perlu dilanjutkan dengan tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Danang juga mengajak masyarakat Malang Raya menjaga kebersamaan dan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.

“Mari kita peduli terhadap lingkungan dan sekitar. Ini milik kita bersama, mari kita jaga dan rawat agar ke depan menjadi lebih baik,” tegasnya.

Baca Juga:
Komisi B DPRD Kota Malang Desak Pemkot dan Pemprov Jatim Segera Tuntaskan Pengelolaan Velodrome

Ia mengakui, peristiwa besar seperti Tragedi Kanjuruhan meninggalkan luka mendalam bagi banyak pihak. Karena itu, masyarakat diharapkan tetap memberikan ruang untuk mengenang para korban sekaligus saling menguatkan dalam menjalani kehidupan.

“Setiap peristiwa pasti menyisakan luka. Yang penting, kita terus saling menyemangati karena hidup terus berjalan dan bersama-sama mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa empat tahun setelah Tragedi Kanjuruhan, kesedihan masih dirasakan, terutama oleh keluarga korban.

Menurut Wahyu, doa bersama menjadi bentuk penghormatan kepada para korban sekaligus wujud kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Curvasud Gelar Khitanan Massal dan Pengobatan Gratis

Selain doa bersama dan santunan, Curvasud juga menggelar sejumlah kegiatan sosial dalam rangkaian peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan pada Kamis (1/10/2026).

Agenda tersebut meliputi khitanan massal yang diikuti 63 peserta, pelayanan pengobatan gratis, serta pentas musik.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Curvasud bersama pemerintah daerah dan unsur TNI-Polri berupaya menjaga solidaritas sosial sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat dalam mengenang para korban Tragedi Kanjuruhan.

(Junaedi)