Portal Jatim

Kantor Lurah Tanjung Raja Utara Peninggalan Belanda Hangus Terbakar, Aset Bersejarah Ogan Ilir Musnah

Redaksi
×

Kantor Lurah Tanjung Raja Utara Peninggalan Belanda Hangus Terbakar, Aset Bersejarah Ogan Ilir Musnah

Sebarkan artikel ini

OGAN ILIR – Bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda yang selama ini difungsikan sebagai Kantor Kelurahan Tanjung Raja Utara, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, ludes dilalap api.

Kebakaran hebat tersebut menghanguskan seluruh bagian gedung beserta isi di dalamnya. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian dan instansi terkait.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, bangunan tua tersebut telah berdiri sejak era Hindia Belanda dan menjadi salah satu peninggalan sejarah yang masih tersisa di wilayah Tanjung Raja. Arsitekturnya yang khas bergaya Eropa lama menjadikan gedung itu memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi.

Selama puluhan tahun, bangunan tersebut digunakan sebagai pusat pelayanan pemerintahan Kelurahan Tanjung Raja Utara sekaligus menjadi bagian dari identitas kawasan setempat.

Api diketahui mulai muncul dan dengan cepat membesar hingga melahap seluruh ruangan. Warga bersama petugas sempat berupaya melakukan pemadaman, namun kobaran api sulit dikendalikan karena sebagian besar material bangunan mudah terbakar dan kondisi bangunan yang sudah berusia tua.

Akibatnya, gedung bersejarah itu tidak dapat diselamatkan dan kini hanya menyisakan puing-puing serta rangka bangunan yang hangus.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait sumber api. Aparat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah kebakaran dipicu korsleting listrik, kelalaian, atau faktor lainnya.

Peristiwa tersebut memicu keprihatinan warga dan tokoh masyarakat setempat. Mereka menyayangkan hilangnya salah satu bangunan tua yang menjadi saksi perjalanan sejarah di Kabupaten Ogan Ilir.

Selain berfungsi sebagai kantor pelayanan masyarakat, bangunan itu dinilai memiliki nilai historis penting karena menjadi salah satu aset peninggalan Belanda yang masih bertahan hingga sekarang sebelum akhirnya musnah terbakar.

Baca Juga:
Aqila Anjeli, Bocah Asal Musi Rawas Raih Golden Ticket Asian Got Talent 2026 ke Grand Final Jakarta

Camat Tanjung Raja, Dian Septa S.Sos, mengaku prihatin atas peristiwa tersebut. Ia menyebut kebakaran itu menjadi kerugian besar, tidak hanya dari sisi pelayanan publik, tetapi juga hilangnya warisan sejarah daerah.

“Ini kerugian besar bagi kita semua, baik dari sisi pelayanan maupun hilangnya salah satu peninggalan sejarah di daerah ini. Saat ini kami masih menunggu hasil penyelidikan resmi untuk mengetahui apa sebenarnya yang menjadi penyebabnya,” ujarnya.

Saat ini area bekas kebakaran masih dijaga aparat keamanan dan kepolisian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, pelayanan pemerintahan Kelurahan Tanjung Raja Utara rencananya akan dipindahkan sementara ke lokasi lain agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.

Musnahnya bangunan tersebut menjadi kehilangan berharga bagi masyarakat Ogan Ilir karena satu lagi aset sejarah daerah hilang akibat kebakaran.