Portal Jatim

Kerja Bakti Bersihkan Saluran di Ngemplakrejo, M. Machfud: Kebersihan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama

Redaksi
×

Kerja Bakti Bersihkan Saluran di Ngemplakrejo, M. Machfud: Kebersihan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama

Sebarkan artikel ini

PASURUAN — Warga RT 04/RW 03, Kelurahan Ngemplakrejo, bersama Pemerintah Kota Pasuruan menggelar kerja bakti membersihkan sampah dan melakukan normalisasi saluran pembuangan, Sabtu (5/9/2026) pagi.

Kegiatan tersebut melibatkan Anggota DPRD Kota Pasuruan, Mochammad Machfudz, Lurah Ngemplakrejo Mukaffi Khilmi beserta jajaran perangkat kelurahan, ketua RT dan RW setempat. Puluhan petugas dari sejumlah organisasi perangkat daerah, di antaranya Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH), turut diterjunkan.

Kerja bakti dilakukan setelah adanya keluhan warga terkait saluran drainase yang tersumbat sehingga aliran air di lingkungan tersebut tidak berjalan lancar.

Mochammad Machfudz mengatakan, aspirasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama sejumlah instansi terkait agar saluran dapat segera dibersihkan.

“Saya dapat aspirasi dari warga di Kelurahan Ngemplakrejo ada saluran air yang tersumbat yang cukup parah, akhirnya saya mencoba berkomunikasi dengan sejumlah instansi untuk membersihkan saluran ini,” ujar Machfud, anggota DPRD Kota Pasuruan dari Fraksi PKB.

Dari hasil pembersihan, banyaknya sampah rumah tangga dan endapan lumpur menjadi salah satu penyebab saluran tidak dapat berfungsi secara optimal.

Kondisi tersebut semakin sulit ditangani karena terdapat sejumlah bangunan yang berdiri di atas saluran sehingga menghambat proses pembersihan.

Machfud menilai persoalan kebersihan lingkungan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat juga diperlukan agar permasalahan serupa tidak terus berulang.

“Yang jelas untuk kebersihan lingkungan itu bukan hanya tanggung dari pemerintah saja, tetapi juga tanggung jawab dari semua masyarakat terutama yang ada di lingkungan itu sendiri. Karena sesuatu yang tidak baik, yang pertama kali merasakan itu adalah masyarakat sekitarnya,” ungkapnya.

Machfud menyampaikan, Pemerintah Kota Pasuruan pada 2026 telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 juta untuk peningkatan saluran di wilayah RW 03.

Baca Juga:
Gabungan LSM Pasuruan Soroti Kinerja Pemkot, Nilai Pembangunan Stagnan dan Siap Ajukan Audiensi

Menurutnya, penganggaran juga direncanakan kembali pada 2027. Hal itu dilakukan agar penanganan saluran dapat dilaksanakan secara bertahap hingga tuntas dan terhubung menuju muara Sungai Gembong.

Sementara itu, Lurah Ngemplakrejo Mukaffi Khilmi mengatakan kondisi saluran di wilayah tersebut memang sudah cukup lama membutuhkan perhatian. Sampah yang menumpuk membuat kawasan terlihat kumuh sekaligus menghambat aliran air.

“Hari ini kita bersama warga bersinergi dengan instansi yang terkait untuk peduli lingkungan supaya bersih dan asri. Karena saluran di sini sudah lama tidak tersentuh, dan dengan banyaknya sampah menjadikan saluran menjadi macet,” paparnya.

Khilmi menjelaskan, pemerintah juga telah merencanakan pemeliharaan saluran u-ditch tertutup oleh Dinas Perkim dengan panjang sekitar 50 meter.

Setelah pekerjaan tersebut dilakukan, area di atas saluran akan ditata dan direncanakan menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Penataan tersebut diharapkan dapat mencegah warga kembali mendirikan bangunan di atas saluran sekaligus membuat lingkungan lebih tertata.

“Memang di tahun ini akan dilakukan pemeliharaan (saluran u-ditch) tertutup oleh Dinas Perkim, panjangnya kurang lebih 50 meter. Nantinya akan kita buat RTH, agar warga tidak lagi membangun rumah di atas saluran dan dengan begitu akan terlihat lebih asri dan bersih,” ungkapnya.

Khilmi menambahkan, kerja bakti bersama warga akan diupayakan menjadi kegiatan rutin. Langkah tersebut penting untuk menjaga saluran tetap bersih dan memastikan sampah tidak kembali menghambat aliran air.

“Nanti kita akan bersinambung dan secara rutinitas melakukan kerja bakti supaya sampahnya tidak menghambat ke saluran air yang ada di lokasi,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Ngemplakrejo meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan serta mempertahankan budaya gotong royong.

“Jadi mari kita tingkatkan kesadaran agar lebih peduli lingkungan, dan terus menjaga gotong royong, guyub, rukun demi kepentingan bersama,” pungkas Khilmi.

Baca Juga:
PT Cakrawala Cita Satnusa Bantah Terlibat Dugaan Penipuan Pencaker, Dirut Siap Tempuh Jalur Hukum

(Eko)