Kesehatan

Kikil Tak Selalu Picu Kolesterol, Ini Manfaat Kolagen dan Cara Olah Sehatnya

Redaksi
×

Kikil Tak Selalu Picu Kolesterol, Ini Manfaat Kolagen dan Cara Olah Sehatnya

Sebarkan artikel ini

PORTAL INDONESIA — Kikil atau bagian kulit kaki sapi kerap mendapat stigma sebagai makanan pemicu kolesterol. Namun jika dilihat dari sisi gizi, bahan pangan ini justru menyimpan potensi besar sebagai sumber kolagen alami yang bermanfaat bagi tubuh.

Pakar nutrisi dari IPB University menjelaskan bahwa kikil termasuk protein hewani dengan karakteristik unik. Kandungan utamanya didominasi oleh kolagen, yakni protein struktural penting bagi jaringan tubuh.

Manfaat Kikil untuk Kesehatan

Kandungan kolagen dalam kikil memberikan sejumlah manfaat signifikan, terutama bagi kesehatan jaringan tubuh.

Pertama, kolagen berperan menjaga elastisitas tulang rawan sehingga membantu mengurangi gesekan pada sendi. Hal ini menjadikan kikil potensial untuk mendukung kesehatan persendian, khususnya pada usia lanjut.

Selain itu, kolagen juga berkontribusi terhadap kekenyalan kulit. Konsumsi yang tepat dapat membantu memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan seperti keriput halus.

Tak hanya itu, asam amino dalam kikil turut mendukung pembentukan keratin, yang penting bagi kekuatan rambut dan kuku. Di sisi lain, protein yang terkandung di dalamnya berperan dalam proses regenerasi sel dan perbaikan jaringan tubuh.

Fakta Ilmiah di Balik Kandungan Kikil

Secara komposisi, kikil mengandung asam amino seperti prolin, glisin, dan hidroksiprolin. Ketiganya merupakan komponen utama pembentuk kolagen.

Saat dikonsumsi, kolagen dari sumber hewani akan dipecah menjadi peptida. Proses ini kemudian merangsang tubuh untuk memproduksi kolagen alami dalam jumlah lebih optimal.

Siapa yang Dianjurkan Mengonsumsi?

Kikil dapat menjadi pilihan makanan yang bermanfaat bagi beberapa kelompok, seperti:

  • Lansia yang membutuhkan dukungan kesehatan sendi dan tulang
  • Atlet atau individu aktif untuk pemulihan jaringan setelah aktivitas fisik
  • Orang dewasa di atas 30 tahun, saat produksi kolagen alami mulai menurun
Baca Juga:
Tak Semua Orang Aman Makan Alpukat, Ini 4 Golongan yang Sebaiknya Menghindarinya

Meski demikian, konsumsi tetap perlu diperhatikan. Bagi penderita kolesterol tinggi atau asam urat, disarankan membatasi asupan karena kikil juga mengandung purin.

Cara Mengolah Kikil agar Tetap Sehat

Nilai gizi kikil sangat dipengaruhi oleh cara pengolahannya. Penggunaan santan berlebih atau minyak jenuh justru dapat meningkatkan risiko kesehatan.

Agar lebih sehat, berikut beberapa langkah yang disarankan:

Pertama, lakukan perebusan awal selama 5–10 menit untuk menghilangkan kotoran dan bau, lalu buang air rebusan tersebut.

Kedua, gunakan panci presto agar kikil cepat empuk tanpa perlu dimasak terlalu lama.

Ketiga, manfaatkan rempah seperti kunyit, jahe, dan lengkuas yang kaya antioksidan untuk menambah nilai kesehatan hidangan.

Terakhir, hindari santan kental. Kikil lebih baik diolah menjadi sup bening atau ditumis dengan tambahan sayuran agar kandungan serat tetap seimbang.

Tips Maksimalkan Manfaat

Agar penyerapan kolagen lebih optimal, kikil sebaiknya dikonsumsi bersama sumber vitamin C, seperti jeruk nipis atau buah segar. Vitamin C berperan penting dalam proses sintesis kolagen di dalam tubuh.

Dengan pengolahan yang tepat dan konsumsi yang bijak, kikil dapat menjadi alternatif sumber kolagen yang terjangkau sekaligus menyehatkan.