KesehatanPortal DIY

Waspadai Zoonosis Saat Idul Adha, Dinkes Sleman Minta Daging Kurban Segera Didistribusikan

Portal Indonesia
×

Waspadai Zoonosis Saat Idul Adha, Dinkes Sleman Minta Daging Kurban Segera Didistribusikan

Sebarkan artikel ini
Kepala Tim Kerja Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, dr Lina Islamiyah Yunus (kiri) didampingi Sekretaris Diskominfo Sleman Asiyah Inayati Suryani (Portal Indonesia/Brd)

SLEMAN – Pemkab Sleman mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi penularan penyakit zoonosis atau penyakit hewan yang menular pada manusia saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban Idul adha 2026.

Salah satu langkah penting yang ditekankan adalah memastikan daging kurban segera didistribusikan kepada masyarakat kurang dari lima jam setelah hewan dipotong.

Hal tersebut disampaikan Kepala Tim Kerja Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sleman, dr. Lina Islamiyyah Yunus di aula Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman Kamis (21/5/2026) kemarin.

Menurut Lina, pengawasan kesehatan hewan kurban menjadi bagian penting untuk mencegah penularan penyakit dari hewan ke manusia atau zoonosis.

Ia menegaskan, daging yang dibagikan kepada masyarakat harus memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.

“Daging sebaiknya sudah diedarkan dan diterima mustahik kurang dari lima jam sejak hewan dipotong agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga,” ujarnya.

Selain itu, Dinkes Sleman meminta panitia kurban memisahkan penanganan daging dengan jeroan untuk mencegah kontaminasi.

Jeroan merah seperti hati, paru, jantung, dan ginjal harus dipisahkan dari jeroan hijau seperti usus dan perut.

Lina juga mengimbau masyarakat segera melapor ke puskesmas atau pos kesehatan hewan apabila menemukan hewan dengan gejala sakit sebelum disembelih maupun jika mengalami gangguan kesehatan setelah kontak dengan hewan kurban.

Lina juga mengingatkan pentingnya memastikan hewan kurban memiliki Sertifikat Veteriner atau Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), terutama di tengah kewaspadaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

Tidak hanya soal kesehatan, aspek lingkungan juga menjadi perhatian. Panitia kurban dianjurkan menggunakan wadah ramah lingkungan seperti besek atau wadah yang dapat dikomposkan, serta menghindari penggunaan kantong plastik hitam daur ulang yang berpotensi mengandung bahan kimia berbahaya.

Baca Juga:
Wabup Banyumas Pantau Harga Bapokting dan Hewan Kurban, Stok Dipastikan Aman

Menurut Lina, Dinkes Sleman bersama lintas sektor juga terus memperkuat edukasi, surveilans masyarakat, dan koordinasi pencegahan zoonosis untuk memastikan pelaksanaan Idul adha berlangsung aman, sehat, dan ramah lingkungan. (Brd)