PURWOKERTO – Mahasiswa masa kini tidak hanya membutuhkan akses pendidikan, tetapi juga layanan yang mudah dijangkau, informasi yang jelas, respons yang cepat, dan pendampingan yang membantu mereka menjalani perkuliahan dengan lebih lancar.
Perubahan kebutuhan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) untuk terus beradaptasi, khususnya dalam melayani generasi Z yang semakin akrab dengan teknologi digital.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Terbuka (UT) Purwokerto menyelenggarakan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) SALUT pada 17–18 Oktober 2026. Mengusung tema “Satu Standar, Satu Semangat, Menghadirkan Pelayanan UT yang Profesional dan Terpercaya”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, mengevaluasi kinerja, dan mendorong inovasi pelayanan yang semakin relevan dengan kebutuhan mahasiswa.
Bagi generasi yang tumbuh bersama perkembangan teknologi, pengalaman layanan menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan. Kemudahan memperoleh informasi, komunikasi yang efektif, dan kepastian prosedur dapat membantu mahasiswa lebih fokus menjalani proses pembelajaran.
Karena itu, SALUT perlu terus mengembangkan cara kerja yang adaptif tanpa meninggalkan standar pelayanan yang profesional dan terpercaya.
Penguatan peran tersebut menjadi bagian dari materi Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., yang membahas perkembangan Universitas Terbuka, optimalisasi peran SALUT menuju standardisasi layanan unggul, serta evaluasi kinerja SALUT UT Purwokerto menuju pelayanan prima.
Pembahasan ini menempatkan peningkatan kualitas layanan sebagai upaya berkelanjutan untuk menjawab dinamika pendidikan tinggi.
Dari sisi operasional, Hendy Yudoko, S.P., selaku Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi dan Ujian, menyampaikan materi mengenai arah kerja, layanan mahasiswa, dan penguatan koordinasi. Kegiatan juga mencakup diskusi serta perencanaan program SALUT dengan pendampingan Penanggung Jawab Wilayah (PJW) masing-masing. Melalui koordinasi ini, program layanan diharapkan lebih terarah dan mampu menyesuaikan kebutuhan mahasiswa di setiap wilayah.
Sementara itu, Drs. Suhartono, M.Si., Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Alumni, membahas kegiatan kemahasiswaan, ketentuan pelaksanaan tutorial, serta jadwal penting di UT. Pemahaman terhadap informasi akademik tersebut menjadi bekal bagi pengelola SALUT untuk membantu mahasiswa memperoleh informasi yang akurat dan menjalani proses perkuliahan dengan lebih terencana.
Saat ini, UT Purwokerto membina 43 SALUT yang tersebar di 7 kabupaten dan 1 kota, mencangkup Kabupaten Kebumen, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal. Jaringan ini menjadi penghubung penting antara UT dan mahasiswa, terutama bagi mereka yang membutuhkan layanan lebih dekat dengan tempat tinggalnya.
Dengan jangkauan tersebut, konsistensi standar layanan dan kualitas pendampingan menjadi hal yang perlu terus diperkuat.
RAKORDA 2026 juga menghadirkan sesi berbagi praktik baik dari salah satu SALUT yang memiliki jumlah mahasiswa mencapai 3.000 mahasiswa dengan pelayanan terbaik, SALUT tersebut telah didukung oleh sarana prasarana yang lengkap dan memadai serta pelatihan terkait perkembangan Artificial Intelligence (AI). Pemanfaatan teknologi membuka peluang untuk mendukung pekerjaan dan meningkatkan efektivitas layanan. Namun, teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan komunikasi, keterampilan interpersonal, serta kepedulian terhadap kendala yang dihadapi mahasiswa.
Pada akhirnya, pelayanan yang adaptif bukan sekadar mengikuti tren digital, melainkan memahami kebutuhan mahasiswa dan memberikan dukungan yang tepat. SALUT diharapkan tidak hanya membantu urusan registrasi dan administrasi, tetapi juga mendampingi mahasiswa selama proses pembelajaran, mengenali hambatan lebih awal, dan mendukung keberlanjutan studi mereka.
Melalui RAKORDA 2026, UT Purwokerto mendorong seluruh pengelola SALUT untuk terus belajar, berkolaborasi, dan berinovasi. Dengan standar layanan yang selaras, kompetensi yang terus berkembang, dan pendekatan yang semakin dekat dengan mahasiswa, SALUT diharapkan mampu menjadi mitra pendidikan yang adaptif, profesional, dan terpercaya di era generasi digital. (*)











