Portal Jatim

MERAKI, Inisiatif Mahasiswa PPG UMM Dorong Penyandang Disabilitas Berkarya dan Mandiri

Redaksi
×

MERAKI, Inisiatif Mahasiswa PPG UMM Dorong Penyandang Disabilitas Berkarya dan Mandiri

Sebarkan artikel ini

KOTA MALANG  – Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pelatihan Merchandise Ramah Karya Inklusif (MERAKI) bagi penyandang disabilitas binaan Yayasan Anak Bangsa, Jumat (16/10/2026).

Program ini menjadi upaya mendorong kreativitas, kemandirian, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi penyandang disabilitas.

Sekretaris PPG UMM, Vina Dhesya Maharani Dwinata, mengatakan MERAKI dirancang untuk memberikan ruang bagi penyandang disabilitas agar dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai guna dan berpotensi menjadi sumber penghasilan.

“Di pelatihan ini kami mengajarkan bagaimana cara pembuatan tote bag atau tas jinjing berbentuk kantong terbuka dengan dua pegangan di bagian atasnya,” ujar Vina.

Menurutnya, lima kali pertemuan yang telah dilaksanakan tidak hanya memberikan pengalaman bagi peserta, tetapi juga menjadi pembelajaran berharga bagi mahasiswa yang terlibat. Interaksi langsung dengan penyandang disabilitas membuka perspektif baru tentang cara memandang kemampuan seseorang.

“Ternyata kami mendapatkan pelajaran yang sangat berharga ketika berkumpul dengan mereka. Yang perlu diubah adalah cara pandang kita, dari yang sebelumnya hanya memandang kemampuan seseorang, menjadi cara kita memandang kemampuan tersebut,” tuturnya.

Vina mengakui, keterbatasan kerap menjadi hal pertama yang terlintas ketika seseorang melihat penyandang disabilitas. Namun, setelah berinteraksi secara langsung, ia justru melihat semangat dan keinginan besar untuk terus mengembangkan kreativitas.

Pengalaman tersebut mendorong mahasiswa PPG UMM untuk memikirkan bagaimana kegiatan kreatif dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif yang mampu menghasilkan pendapatan bagi penyandang disabilitas.

Vina berharap, MERAKI tidak berhenti sebatas pelatihan. Produk yang dihasilkan peserta diharapkan dapat dikembangkan menjadi merchandise yang memiliki nilai jual dan berpotensi membantu memenuhi kebutuhan hidup mereka.

“Upaya Yayasan Anak Bangsa untuk mengangkat derajat penyandang disabilitas harus kita apresiasi. Hasil karyanya harus menjadi merchandise yang berdaya jual sehingga akan dapat menopang kebutuhan hidupnya,” tegasnya.

Baca Juga:
Pasangan Muda Pembuang Bayi di Kota Malang Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Ekonomi dan Mental

Ia menambahkan, inklusivitas bukan sekadar mengajak semua orang untuk terlibat dalam suatu kegiatan. Lebih dari itu, inklusivitas berarti memberikan ruang, kesempatan, dan kepercayaan kepada penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan serta keterampilan mereka.

Sementara itu, Ketua Yayasan Anak Bangsa, Yuning Kartikasari, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa calon guru UMM yang telah meluangkan waktu untuk mendampingi serta melatih penyandang disabilitas binaan yayasannya.

Menurut Yuning, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan diri peserta sekaligus membuka kesempatan lebih luas untuk berkarya secara mandiri.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh melalui MERAKI dapat dikembangkan secara berkelanjutan hingga menghasilkan produk bernilai ekonomi.

Dengan demikian, karya penyandang disabilitas tidak hanya menjadi hasil pelatihan, tetapi juga berpeluang berkembang menjadi sumber mata pencaharian yang mendukung kemandirian mereka. (Junaedi)